<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://radiokwk.com/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radiokwk.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2012 17:31:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Petilasan dan makam keramat di Kebumen</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/petilasan-dan-makam-keramat-di-kebumen/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/petilasan-dan-makam-keramat-di-kebumen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 19:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak petilasan dan makam keramat di Kebumen. Di musim-musim tertentu, seperti menjelang bulan puasa Ramadlan, banyak peziarah mengunjungi petilasan dan makam keramat di Kebumen ini. Tidak hanya wong Kebumen, tapi masyarakat dari daerah lain juga tidak sedikit yang mengunjungi. Petilasan dan makam keramat itu adalah makamnya orang-orang penting tempo dulu. Bisa jadi mereka adalah [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/petilasan-dan-makam-keramat-di-kebumen/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak petilasan dan makam keramat di Kebumen. Di musim-musim tertentu, seperti menjelang bulan puasa Ramadlan, banyak peziarah mengunjungi petilasan dan makam keramat di Kebumen ini. Tidak hanya wong Kebumen, tapi masyarakat dari daerah lain juga tidak sedikit yang mengunjungi.</p>
<p>Petilasan dan makam keramat itu adalah makamnya orang-orang penting tempo dulu. Bisa jadi mereka adalah penyebar agama Islam, pejabat pemerintah atau gabungan dari tokoh agama dan pejabat. Atau tokoh berpengaruh dan penting lainnya. Masyarakat di sekitar petilasan dan makam menghormati si tokoh, dan karenanya mereka memelihara makamnya.</p>
<p>Pemeliharaan petilasan dan makam keramat itu dulu begitu sederhana. Tapi kini mulai ada pemeliharaan makam lebih baik. Seperti makam syeh Anom Sidakarso/Sidakarsa di desa Grogolbeningsari Petanahan Kebumen. Karena pemeliharaan yang baik itu, makam keramat itu kini malah jadi tempat wisata, wisara religi Kebumen.</p>
<p>Berikut ini adalah nama-nama petilasan dan makam keramat di Kebumen yang kedepan bisa menjadi alternatif tempat wisara religi di Kebumen:</p>
<p>    Mbah lancing, Mirit Kebumen. Ia salah satu pengikut Pangeran Diponegoro.<br />
    Syeh Abdul awal, Kebonsari Petanahan Kebumen.<br />
    Syeh Anom Sidakarsa, Grogol Bemingsari Petanahan Kebumen.<br />
    Makam Temenggung Kolopaking 1,2,4, Kalijirek Kebumen<br />
    Aroengbinang dan Raden Bumidirjo, Kecamatan Kutowinangun.<br />
    Joko Sangkrib, Tungjungseto Kutowinangun Kebumen.<br />
    Nawangwulan, Kutowinangun Kebumen (konon Nawangwulan adalah istri gelapnya Joko Sangkrib)<br />
    Temenggung Badranala, Karangkembang Alian Kebumen.<br />
    Mbah Sonhaji, Jimbun Giwangretno Pejagoan Kebumen<br />
    Syeh Abdul Kahfi al-Hasani, Somalangu Kebumen. DIkenal Syaik Lemah Lanang. Lemah lanang adalah nama tempat.<br />
    Syaikh Maulana Yusuf, Bojongsari Alian Kebumen.<br />
    Mbah Nasokha, Wonoyoso Kebumen.<br />
    Mbah Klantung, padepokan Bulu Pitu Kutowinangun Kebumen<br />
    Syaikh Ibrahim Asmoroqondhi / Ibrahim Asmara Kandi, Banyumudal kewarisan Panjer Kebumen.<br />
    Syeh Nawawi Panjer Kebumen. Konon dia yang babad alas Pasar Tumenggungan Kebumen.<br />
    Makam R Sukadis / Raden Dipati (??), Pekuncen, Sempor, Kebumen (keluarga Prabowo, Sumitro)<br />
    Syeh Baribin, Grenggeng Karanganyar.<br />
    Makam Ki Ageng Bodronolo, KarangKembang Alian Kebumen<br />
    Makam Purwonegaran, Benerwetan Ambal Kebumen<br />
    Petilasan Mbah Suradiwangsa, Logandu Karanggayam Kebumen.<br />
    Makam Kiai Sabaruddin, Sendangdalem Padureso Kebumen.</p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/petilasan-dan-makam-keramat-di-kebumen/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/petilasan-dan-makam-keramat-di-kebumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAKAM MBAH LANCING MIRIT</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/makam-mbah-lancing-mirit/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/makam-mbah-lancing-mirit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 19:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya menyempatkan menengok makam moyang saya di desa Tlogo di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Makam itu sudah cukup tua, pagarnya dari batu bata tebal, khas bangunan kuno. Sudah sekitar dua dekade saya tidak ke sana, dan ketika kemarin sampai depan kompleks makam, tampaknya makam itu sudah dipugar, dan ada papan baru bertuliskan [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/makam-mbah-lancing-mirit/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://radiokwk.com/wp-content/uploads/2012/02/mbah-lancing.jpg"><img src="http://radiokwk.com/wp-content/uploads/2012/02/mbah-lancing.jpg" alt="" title="mbah lancing" width="567" height="328" class="aligncenter size-full wp-image-687" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu saya menyempatkan menengok makam moyang saya di desa Tlogo di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Makam itu sudah cukup tua, pagarnya dari batu bata tebal, khas bangunan kuno. Sudah sekitar dua dekade saya tidak ke sana, dan ketika kemarin sampai depan kompleks makam, tampaknya makam itu sudah dipugar, dan ada papan baru bertuliskan “benda cagar budaya”. Wah, makam mbah Lancing sudah jadi benda cagar budaya.<br />
makam mbah lancing yang ditutup sineb (kain jarik)</p>
<p>Makam Mbah Lancing ditutup sineb atau kain batik yang disebut batik Mbah Lancing yang motifnya khusus dan tidak sembarang orang boleh membuat batik itu.</p>
<p>Mbah Lancing adalah keturunan Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Ceritanya begini:<br />
Brawijaya V punya banyak istri dan anak, ada yang bilang anaknya ada 100. Dari istri yang bernama Dewi Dilah lahirlah Ario Damar (kelak jadi adipati Palembang). Dari istri yang berasal dari negeri Champa (1) lahirlah raden Hasan alias raden Fattah (kelak jadi sultan Demak). Tapi ketika raden Fattah masih dalam kandungan, putri Champa dihadiahkan kepada Ario Damar, adipati Palembang, untuk dijadikan istrinya. Dari perkawinan Ario Damar dengan putri Champa lahirlah raden Husein (kelak jadi adipati Terung).</p>
<p>Raden Fattah alias raden Hasan dibesarkan bersama raden Husein di Palembang dalam lingkungan beragama Islam. Setelah dewasa keduanya pergi ke ibukota Majapahit menghadap sang raja. Raden Fattah kemudian diberi tanah di Bintoro, yang kemudian menjadi kesultanan Demak Bintoro, dan raden Husein dijadikan adipati Terung (2), dikenal dengan nama Ario Timbal. Mbah Lancing adalah keturunan Brawijaya V melalui jalur: Ario Damar, Ario Timbal, raden Carangnolo, Tumenggung Wonoyudo (Wongsojoyo I), Kiai Ketijoyo, Mbah Lancing.</p>
<p>Mbah Lancing adalah seorang ulama yang bernama asli Kiai Sirad, ada juga yang menyebutnya Kiai Bayi.  Kiai Sirad dinamakan Mbah Lancing karena suka memakai kain batik.  Masyarakat setempat menyebut kain batik sebagai lancing.  Karena itu, sebagai penghormatan kepada Mbah Lancing makamnya ditutupi sineb atau kain batik alias lancing yang khusus dibuat dengan motif seperti yang disukai Mbah Lancing semasa hidup.</p>
<p>Kain batik ini disebut batik Mbah Lancing yang hanya ada di sini, dibuat dari kain mori dan diberi warna biru ditambah variasi di bagian tepinya berupa tumpal berbentuk mancungan-mancungan berwarna coklat dan hitam. Ada juga batik yang bermotif bunga dan daun diberi latar motif gringsing. Karena kain batik ini dinilai sakral, maka hanya orang tertentu yang boleh membuatnya, yaitu seorang wanita yang sudah  ”suci” alias sudah menopause, dan masih keturunan Mbah Lancing. Dan sebelum membatik harus berwudhu dahulu.  Saat ini hanya ada satu orang yang memenuhi syarat itu, dan usianya sudah di atas 60 tahun.</p>
<p>Kembali ke keturunan brawijaya V. Generasi selanjutnya ada yang kawin dengan cucu Mangkunegoro I, ada yang kawin dengan anaknya Arung Binang. Generasi berikutnya juga banyak yang jadi kiai. Generasi sekarang keturunan ini sebagian masih di Kebumen, selebihnya tersebar.</p>
<p>Kedatangan keturunan Brawijaya V di daerah Kebumen itu diduga masih ada kaitan dengan penyebaran Islam di daerah Kebumen. Pada waktu itu raden Fattah, sultan Demak, mengirim muballigh dari Hadramaut bernama Syaikh Abdul Kahfi Awwal untuk berdakwah di daerah itu. Pondok pesantren peninggalannya sampai saat ini masih ada, dikenal sebagai pondok pesantren Somalangu, atau pondok pesantren Al Kahfi.</p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/makam-mbah-lancing-mirit/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/makam-mbah-lancing-mirit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEJARAH KEBUMEN DALAM KERANGKA SEJARAH NASIONAL</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/sejarah-kebumen-dalam-kerangka-sejarah-nasional/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/sejarah-kebumen-dalam-kerangka-sejarah-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 19:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah awal mula adanya Kebumen tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Mataram Islam. Hal ini disebabkan adanya beberapa keterkaitan peristiwa yang ada dan dialami Mataram membawa pengaruh bagi terbentuknya Kebumen. Disamping itu memang daerah yang kemudian jadi Kebumen adalah masih di dalam lingkup Mataram. Di dalam struktur kekuasaan yang memiliki kawasan daerah: Negara Agung, Kuta Negara, [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/sejarah-kebumen-dalam-kerangka-sejarah-nasional/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah awal mula adanya Kebumen tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Mataram Islam. Hal ini disebabkan adanya beberapa keterkaitan peristiwa yang ada dan dialami Mataram membawa pengaruh bagi terbentuknya Kebumen. Disamping itu memang daerah yang kemudian jadi Kebumen adalah masih di dalam lingkup Mataram.<br />
Di dalam struktur kekuasaan yang memiliki kawasan daerah: Negara Agung, Kuta Negara, Manca Negara dan daerah Bang Wetan serta Bang Kulon. Lokasi Kebumen termasuk di daerah Manca Negara Bang Kulon. Semenjak belum ada nama Kebumen, daerah ini tepatnya di Karanglo, sudah terdapat penguasa Kademangan di bawah Mataram (Zaman Panembahan Senopati sekitar tahun 1584).<br />
Cucu Panembahan Senopati yakni KI Maduseno (putra perkawinan Kanjeng Ratu Pembayun dengan Ki Ageng Mangir VI), disembunyikan dan dibesarkan di Karanglo. Pada tahun 1606 Ki Maduseno kawin dengan Dewi Majati, kemudian berputra KI Bagus Bodronolo. Ia adalah murid Sunan Geseng dari gunung Geyong. Dan pada waktu Sultan Agung dari Mataram mencari lumbung pangan untuk pasukannya menyerbu Batavia. Ki Bagus Bodronolo membantukan lokasi dan pengumpulan pangan dari rakyat desa dengan jalan membeli. Pada tahun 1627 prajurit Mataram berdatangan ke lumbung padi Ki Bodronolo yang kemudian daerah itu dinamai Panjer. Ki Buwarno utusan dari Mataram yang diminta mencari lumbung itu kemudian dijadikan Bupati Panjer yang bertugas sebagai pengadaan logistic bagi prajurit Mataram.<br />
Ki Bagus Bodronolo yang sebetulnya cicit P anembahan Senopati ternyata dapat menampakkan kesatriannya. Kemudian ikut dikirim ke Batavia sebagai prajurit pengawal pangan. Oleh karena itu daerah Panjer (sekarang masuk Kebumen) sudah dikenal sejak zaman Sultan Agung berkuasa. Dalam penyerbuan ke Batavia (1628-1629) . Namun daerah itu belum diberi nama Kebumen, masih bernaman Panjer. Yang penting perlu dicatat bahwa daerah ini merupakan tonggak patriotic dalam melawan Belanda sejak jaman Sultan Agung.<br />
1.     Mataram pada Zaman Sultan Agung Hanyokro Kusumo<br />
Sultan Agung Hanyokro Kusumo mulai memerintah Mataram pada tahun 1613 sampai tahun 1645. Selama 32 tahun itu, menunjukkan bentuk sebagai kerajaan besar dan mencapai keemasannya. Sultan Agung Hanyokrokusumo Kalifatullah Sayidin Panatagama, telah berhasil meletakkan dasar falsafah ideology Negara dengan nama &#8220;sastra gending&#8221;. Disamping ittu, telah diwujudkan Undang-Undang Negara (Paugeran Negeri, Struktur kerajaan dan wilayah yang sudah diatur) lengkap dan rapi serta angkatan perang yang cukup kuat.<br />
Pada pemerintahan Sultan Agung memiliki lembaga tinggi Negara yang dinamai Dewan Parampara, tugas dan fungsinya sebagai penasehat Raja/Sultan. Anggota Dewan Parampara itu terdiri : Keluarga Raja yang berusia tua, Sesepuh dan para Ulama. Sultan Agung sebelum bertindak selalu mengadakan konsultasi dengan dewan Parampara. Dalam hal ini ada seorang tokoh Saudara Sultan Agung yang juga Ulama yang duduk pada dewan Parampara, yaitu bernama Kyai Bumidirja. Kyai Bumidirdka ini yang nantinya sebagai cikal bakal nama Kebumen.<br />
Sultan Agung memerintah Mataram dengan Bijak, berusaha menegakkan Agung Binathara, wenang wasesa ing sanagari, namun juga berbudi bawa leksana, ambeg adil paramarta. Artinya menumbuhkan kewibawaan dengan Agung sebagai penguasa tertinggi, namun juga punya sifat sabar berbudi luhur dan adil kepada semua insane. Adanya keseimbangan yang harmonis antara kekuasaandan keadilan, serta bermusyawarah dalam nenetapkan sesuatu. Hal ini menjadikan Mataram menjadi tentram dan semakin besar serta rakyatnya makmur.<br />
Menurut catatan perjalanan Rijklof Van Goens yang lima kali mengunjungi Mataram selama Sultan AGung disebutkan :<br />
&#8220;Mataram dibawah Sultan Agung bagaikan sebuah imperium Jawa yang besar dengan rajanya yang berwibawa. Istana Kerajaan yang besar dijaga prajurit yang kuat, kereta sudah rama, rumah penduduk jumlahnya banyak dan teratur rapi, pasarnya hidup, penduduknya hidup makmur dan tentram. Kraton juga punya penjara, tempat orang-orang jahat pelanggar hukum dan tawanan untuk orang Belanda yang kalah peran di Jepara&#8221;<br />
Pada Jaman sultan Agung inilah telah dikenal secara resmi adanya sebuah daerah lumbung pangan (padi) di Panjer, yang kemudian dijadikan Kabupaten Panjer di bawah kekuasaan Mataram. Sebagai Bupati yang pertama ialah Ki Suwarno (dulunya utusan Mataram yang mencaro daerah lumbung padi sebagai logistic pasukan Mataram).<br />
1.     Mataram pada jaman Amangkurat I<br />
Amangkurat I memerintah Mataram mulai tahun 1645 sampai dengan 1677. Dikenal dalam babad maupun sumber arsip daerah Belanda. Bahwa kekuasaan Amangkurat I sangat berbeda dengan Sultan Agung. Sunan Amangkurat I lebih mengutamakan kekuasaan dengan kekerasan dan tidak kenal musyawarah serta kompromi. Dewan Parampara penasehat raja di hapus, pengadilan agama dihapus. Ia berjalan menurut kehendak sendiri. Perbedaan lain dengan Sultan Agung adalah Amangkurat I lebih suka bersahabat dengan VOC (Belanda). Pada tahun 1646 menjalin persahabatan dengan VOC yang dulunya musuh besar Mataram.<br />
Ketentraman dan keharmonisan kehidupan rakyat jaman pemerintahannya jadi uyar, muncul beberapa kritik dan nasehat kepada raja, yang datangnya dari keluarga raja sendiri, Laim Ulama dan masyarakat umumnya. Namun raja amangkurat I tidak mau menerima nasehat dan kritik, justru yang dijalankan adalah membunuh siapa saja yang menentang kebijaksabaab Sunan Amangkurat I.<br />
Pada jaman amangkurat I banyak terjadi intrik-intrik, misalnya antara lain: Pembunuhan Panegran Alit (adiknya sendiri) yang tidak setuju adanya kompromi dengan Belanda. Membunuh 6000 Ulama dan keluarganya, karena para tokoh agama itu sering menasehati raja dan tidak setuju raja yang bersahabat dengan Belanda. Kasus rebutan perempuan (Roro Oyi), Sunan Amangkurat I berebut dengan putranya Adipati Anom, sehingga terjadi pembakaran ndalem Mangkubumen, dan masih banyak lagi.<br />
Pamanda Sunan Amangkurat I yang bernama Kyai Pangeran Bumidirja yang juga disebut Panembahan Bumidirja, merasa berkewajiban memberi nasehat kepada keponakannya, apalagi ketika Sunan Amangkurat I akan membunuh Pangeran Pekik dengan Tumpes Kelor seluruh keluarganya. Rencana itu didengar Pangeran Bumidirja, yang kemudian mengajukan nasehat dan keberatan tindakan raja. Sunan Amangkurat I tidak bisa menerima nasehat itu, bahkan marah dan akan menjatuhi hukuman kishos untuk Kyai P. Bumidirja. Namun berita itu, telah didengar pula oleh Kyai Bumidirja. Kemudian ia bersama isitrinya keluar dari Kraton Mataram dan meloloskan diri kea rah barat. Nantinya Kyai Pangeran Bumidirja ini yang mendirikan daerah baru, kemudian daerah itu diberi nama Karang Kenbumian, jadilah nama daerah KEBUMEN.<br />
Meskipun sunan AMangkurat I selalu berupa mencari Kyai Pangeran Bumidirja, namun utusnannya tidak pernah kembali, dean selalu ikut bergabung menasehati oleh karena itu tindakannya semakin kejam.<br />
Kekejaman yang dilakukan oleh Sunan Amangkurat I ternyata mmembawa dampak adanya ketidak harmonisan kekuasaan raja dengan kehidupan rakyatnya. Damapak ini menggoyahkan konsep kekuasaan Jawa yang telah dibina oleh Sultan Agung. Oleh karena itulah timbul keberanian rakyat, kaum bangsawan dan ulama untuk menentang raja Sunan Amangkurat I.<br />
Kyai Kajoran, seorang ulama yang juga masih keturunan Panembahan Senopati, mulai menghimpun kekuatan untuk menghancurkan Sunan Amangkurat I, Kyai Kajoran yang juga disebut Panembahan Bama dibantu oleh Pangeran Purbaya, Adipati Anon (Paman Sunan Amangkurat I) dan Trunojoyo (bangsawan dari Madura dan Menantu Kyai Kajoran),s erta dibantu oleh sebagian prajurit mataram yang membelot, mengadakan serangan ke Kraton Mataram. Dalam perang itu Sunan Amangkurat I menderita kekalahan. Kemudian melarikan diri kea rah barat, menuju Batavia untuk minta bantuan VOC (Belanda). Peristiwa itu terjadi pada tanggal 18 Sapar tahun 1600 Saka, sinengkalan Sirna ilang rasaning bhumi, bertepatan pada hari Sabtu legi, malam Ahad Pahing tanggal 2 Juni 1677.<br />
Lingsir atau jatuhnya tahta Sunan Amangkurat I ini juga dapat dihubungkan dengan kisah Kebumen, yaitu Panjer pada tanggal 26 Juni 1677 rombongan SUnan Amangkurat I sampai di daerah Panjer. Dan singgah di rumah Ki Gede Panjer III. Kebetulan malam itu hujan lebat. SUnan Amangkurat I minta minum air degan (air kelapa muda). Namun KI Gede Panjer ( Ki Kertowongso keturunan Ki Bagus Bodoronolo I/ Ki Gede Panjer) tidak dapat memetik Kelapa Muda, maka yang diberikan air kelapa tua kering (kelapa aking). Dengan minum air kelapa itulah Sunan Amangkurat I merasa segar dan sembuh sakitnya serta pulih kekuatannya. Atas jasa memberi minum kelapa aking itulah maka Ki Gede Panjer III diberi gelar Tumenggung Kelapa Aking I (Tumenggung Kalapaking I) di angkat jadi Adipati Panjer Pertama dan dibri istri anak SUnan Amangkurat I nomor 18 yaitu Dewi MUlat (Klenting Abang).<br />
Setelah istirahat di Panjer, Sunan Amangkurat I dan rombongan mengadakan perjalanan lagi ke Barat namun sesampainya di Tegal Arung Sunan AMangkurat I wafat, dan disebut juga sebagai Sunan Amangkurat Tegal Arum.<br />
Beberpa versi tentang Kebumen yang berhubungan dengan Mataram sebanyak induknya.<br />
Versi Pertama, asal mula lahirnya Kebumen dilacak dari Berdirinya Panjer. Menurut sejarahnya Panjer berasal dari tokoh yang bernama KI Bagus Bodronolo ( ia anaka KI Maduseno dengan Dewi Majati, Ki Maduseno Maduseno adalah anaka K Ratu Pembayun dengan KI Ageng Mangir VI) Ki Bodronolo murid Sunan Geseng, ia membantu mataram jadi prajurit pengawal pangan dan kemudian jadi Senopati untuk menyerbu Batavia, di zaman Sultan Agung. Ketika Panjer dijadikan Kabupaten dengan Bupatinya Ki Suwarno (dari Mataram) Ki Bodronolo diangkat jadi Ki Gede di Panjer Lembah (Panjer Roma) dengan gelar Ki Gede Panjer Roma I, sedangkan anaknya yaitu Ki Kertosuto bertugas sebagai Demang Panjer Gunung. Adiknya yang bernama Ki Hastisuto membantu Ayahnya di Panjer Roma. Pengangkatan Ki Bodronolo jadi Ki Gede Panjer Roma karena atas jasanya menangkal serangan Belanda yang akan mendarat di Pantai Petanahan. Ko Kertosuto diangkat jadi patihnya Bupati Suwarno dan dikawinkan iparnya, kemudian punya anak Ki Kertodipo. Ki Gede Panjer Roma menyerahkan jabatannya pada anaknya Ki Hastrosuto dan kemudian bergelar KI Gede Panjer Roma II. Tokoh ini yang kemudian berjasa memberi tanah kepada Kyai Pangeran Bumidirjo. Tanah itu letaknya di Utara kelokan sungan Luk Ulo dan kemudian dijadikan pondok/padepokan yang mat terkenal. Untuk menyamar namanya Kyai BUmidirjo memakai nama Kyai Bumi atau Ki Bumi. Maka tanah padepokan yang lluas dan besar itu dikenal orang sebagai Ke0Bumi-an (tempat Kyai Bumi) dari Kebumian kemudian dikenal sebut KEBUMEN.<br />
Kedatangan Kyai Pangeran Bumidirjo memnyebabkan kekhawatiran dan prasangka pihak Mataram . Oleh karena itu Kyai P Bumidirjo pergi meninggalkan pedepokannya ke Desa Lundong, sedangkan Ki Panjer Roma II dan Tumenggung Wongsonegoro Panjer Gunung juga menghindar dari Kerajaan Mataram. AKhirnya yang tinggal hanya Ki Kertowongso, ia dipaksa untuk tetap taat kepada Mataram dan diserahi penguasa dua Panjer sebagai Ki Gede Panjer III.Ki Gede Panjer III inilah yang kemudian berjasa meberi kelapa aking kepada Sunan Amangkurat I sehingga diberi gelar Tumenggung Kalapaking I jabatan Adipati Panjer I pada Tahun 1477-1710. Dari versi yang pertama ini dapat disinpulkan bahwa lahirnya Kebumen berasal dari Panjer, yaitu mulai tahun 1617 tanggalnya sekitar 26 Juni 1677.<br />
Versi yang kedua adalah dilacak dari berdirinya Kapaten Kebumen yang pertama kali berdiri secara resmi dibawah Bupati Tumenggung Arung Binang IV (19833-1681). Pelacakan sejarah Kebupaten Kebumen ini dimulai sejak Tumenggung Arng Binang I, yang masa mudanya bernama Jaka Sangkrib. Dari beberapa sumber dinyatakan bahwa Jaka Sangkrib itu mempunyai darah keturunan Mataram, yaitu : Kyai Bumidirja, mempunyai emapt orang anak, yang ragil bernama kyai bekel. Kyai bekel punya anak kyai ragil . Kyai Ragil punya anak bernama kyai Hanggayuda, punya dua orang putrid salah satunya dikawin oleh Pangeran Puger, dari perkawinan itu lahirlah Jaka Sangkrib. Namun Jaka Sangkrib ditipkan pada Demang Kutawinangun (pamannya). Dari silsilah ini jelas Jaka Sangkrib merupakan keturunan Bangsawan Mataram yang berasal dari Kyai Bumidirja dan juga ayahnya Pangeran Puger.<br />
Setelah dewaa Jaka Sangrib mencari ayah aslinya ke Keraton Mataram dengan jalan panjang melalui liku-liku prihatin dan keaktian. Akhirnya dapat menjumpai ayahnya di Mataram. Dansetelah dapat membuktikan keturunan raja, maka ia diangkat sebagai Mantri Gladag, kemudian sampai dengan Bupati Nayaka dengan Gelar Hanggawangsa. Dalam tugasnya ia berhasil memadamkan pemberontakando Begelen dan sekitarnya. Jaka Sangkrib atau Hanggawangsa juga dipercaya memilihkan lolasi Kraton baru yaitu Surakarta (Solo).<br />
Hanggawangsa diambil menantu patih Suakarta, dan kemudian diangkat ssebagai Tuenggung Arung Binang I, bertempat di Surakarta. Ia sampai keturunannya Arung BInang III bertempat di Surakarta. Sewdang Arung BInang IV sampai VIII secara resmi menjadi Bupati Kebumen.<br />
Versi yang ketiga dilacak sejarahnya dari asal mula nama Kebumen atau munculnya nama Kebumen yang pertama kali. Bila dimulai dari nama Kebumen, maka sumber lahirnya yang paling kuat dan dapat didukung oleh seluruh sumber adalah adanya tokoh Kyai Pangeran Bumidirja.<br />
Kyai Bumidirja adalah bangsawan Ulama dari Mataram adik Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Ia dikenal sebagai penasehat raja yang bernai menyampaikan yang benar itu benar yang salah itu salah. Kyai Pangeran Bumidirja sering memperingatkan raja bila sudah melanggar batas-batas keadilan dan kebenaran. Ia berpegang pada prinsip: Pertama, mejaga kewibawaan dan keluhuran raja agar raja adil dan bijaksana. Disamping itu, Kedua, is sangat kasih saying dengan rakyat kecil.<br />
Kayi Bumidirja memberanikan diri memperingatkan keponakannya yaitu Sunan Amangkurat I karena Sunan sudah melanggar paugeran keadilan dan bertindak keras dan kejam, pembunuhan meraja;e;a, bahkan kompromi dengan VIOC (Belanda) dan memusuhi bangsawan ulana dan rakyatnya. Peringkatan Kyai Pangeran Bumidirja membuat kemarahan Sunan Amangkurat I dan direncanakan akan dibunuh, karena menghalangi hukum Qishos terhadap Kyai Pekik dan keluarganya (mertuanya sendirei) Untuk menghadapi hal itu Kyai Pangeran Bumidirja lebih baik pergi meloloskan diri dari kungkungan Sunan Amangkurat I. Dalam perjalannya ia tidak memakai nama kebangsawanannya, namun memakai nama Kyai Bumi saja. Hal ini tertuang dalam Babad Arung Binang:<br />
&#8220;Dhawuhipun Kyai Boemi, puto-puto wau boten pareng kasebat asmo sak jatosipun : Raden Mas utawi Raden. Prayogi kasebat Kyai Kemawon, prelunipun mboten ngenget-ngenget&#8217; Hal 9<br />
Kyai Pangeran Bumidirja sampai di Panjer dan mendapat hadiah tanah disebelah ura sungai LUk Ulo, pada tahun 1670. Pada tahun itu juga dibangun padepokan/pondok yang kemudian dikenal dengan nama daerah Ki Bumi atau Ka-Bumi-an, menjadi Kebumen<br />
Dari kisah pangeran Kyai Bumidirja ini dapat disimpulakan adanya pertama kali muncul/lahir nama Kebumen. Oleh karena itu, bila lahirnya Kebumen diambil dari segi nama, maka versi Kyai Bumidirja yang dapat dipakai dan mengingat latar belakang dan peristiwanya adalah atanggal; 26 Juni 1677.<br />
Hari Jadi Kebumen</p>
<p>•  Berdasarkan bukti-bukti sejarah<br />
Sesuai dengan pencarian terhadap bukti-bukti sejarah seperti yang dipaparkan dimuka, dapat diketahui bahwa keberadaan daerah Kebumen telah diketahui sebelum masa Pemerintahan Sultan Agung Hanyokro Kusumo.<br />
Hal ini dapat dibuktiukan dengan pendirian lumbung persedain pangan di Panjer ketika terjadi penyerbuan Mataram teerhadap terhadap VOC di Batavia. Yang berarti sebelum itu daerah Panjer sudah ada. Tetapi daerah ini menjadi dikenal dengan nama Kebumen setelah kedatangan Pangeran Bumidirja yang meloloskan diri dari Mataram. Kisah tentang hubungan Pangeran Bumidirja dengan Mataram dan Kiprah Kyai Pangeran Bumidirja didaerahnya sendiri memberikan petunjuk tentang asal mula penamaan Kebumen. Dari berbagai sumber dapat diketahui bahwa Kebumen berasal dari Kata Bumi. Nama sebutan bagi Kyai Pangeran Bumidirja mendapat awalan ke danakhiran an yang menyatakan tempat. Hal ini berarti Kebumen mula-mula adalah tempat Kyai Pangeran Bumidirja.<br />
Demikian pula berkenaan dengan para tokoh pergerakan dalam sejarah Kebumen terdapat beberapa orang yang menonjol peranannya. Ki Kertawangsa misalnya, ia telah memberikan pertolongan dan sekaligus sebagai pendamping susuhunan AMngkurat sehingga mendapat gelar dan kedudukan sebagai Tumenggung Kalapaking, Adipati Panjer. Tetapi pada waktu itu daerahnya masih bernama panjer. Demikian pula bila diikuti kisah kepahlawanan dan kepatriotan Jaka Sangkrib/Tumenggung Arumbinang I, maka tokoh ini membawa nama harum bagi daerah Kebumen khususnya dan darah keturunan Mataram pada umumnya. Namun demikian dari dirinya sendiri ia menyatakan tetap menghormati leluhurnya yaitu Kyai Pangeran Bumidirja (Supra 60)<br />
Dengan demikian kisah perjalanan hidup Pangeran Bumidirja dapat ditemukan dua gejala yang menarik dan menyatu. Dari dirinyalah kemudian dikenal sebutan Kebumen, yang berarti tempat tinggal Pangeran Kyai Bumi. Demikian pula dari tokoh ini terdapat pertalian yang erat antara daerah Kebumen dengan Kerjaan Mataram, baik dari segi pemerintahan maupun dari segi geneologi.<br />
Ketetapan wilayah Kabupaten Kebumen<br />
Dalam perjalanan sejarah Nasional, pada saat kekuasaan dipegang oleh Pemerintah Hindia Belanda telah terjadi pasang surut dalampengadaan dan pelaksanaan Belanja Negara. Keadaan itu semakin memuncak mencapai klimaksnya sekitar tahun 1930-1n. DSalah satu perwujudan dari adanya pengetatan belanja Negara itu adalah penyederhanaan atat pemerintahan dengan penggabungan daerah-daerah Kabupaten.<br />
Demikian pula halnya dengan Kabupaten Karanganyat dan Kabupaten Kebumen telah mengalami penggabungan menjadi satu daerah Kabupaten yang disebut dengan Kabupaten Kebumen. Surat Keputusan tentang penggabungan kedua daerah ini tercatat dalam lembaran Negara Hindia Belanda tahun 1935 Nomor 629. Adapun isi pokok dari Surat Keputuan itu adalah tentang Pembaharuan Pemerintahan. Desentralisasi Kabupaten dan daerah Jawa Tengah. Selanjutnya disebutkan bahwa dengan terbitnya Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tahun 1935 Nomor 629 ini maka Surat Keputusan terdahulu tanggal 12 Juli 1929 Nomor 253 artikel nomor 121 yang berisi penetapan daerah Kabupaten Kebumen dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi. Ketetapan terbaru ini telah mendapatkan persetujuan dari Majelis Hindia Belanda dan Perwakilan Rakyat (Volksraad).<br />
Sebagai akibat dengan ditetapkannya penggabungan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Kebumen, maka luas wilayah Kabupaten Kebumen yang baru meliputi : Kutowinangun, AMbal, Karanganyar dan Kebumen. Demikian pula mengenai tata Pemerintahan terjadi peralihan ke dalam Pemerintahan Kabupaten Kebumen dengan memperhatikan hak yang sama. Para pegawai dan karyawan yang semula bertugas d Kabupaten Karanganyar dipindah tugaskan ke Kabupaten Kebumen, dengan memperoleh perlakuan yang sama, seperti disebut dalam artikel 5 ayat (3) Surat Keputusan ini. Sedangkan mengenai keanggotaan Dewan Kabupaten, selama masa transisi Anggota Dewan Kabupaten Karanganyar turut bersidang dalam Dewan Kabupaten Kebumen dengan mempunyai hak siding yang sama sampai terjadiny pemilihan periodic untuk anggota bumi putera Dewan Kabupaten Kebumen terjadi pada tahun 1933. Adapun komposisinya masih sama seperti disebut dalam artikel 2 ayat (1) dan ayat (2) ordonantuie 12 Juli 1929 Lembaran Negara nomor 246 artikel 121 Peraturan Negara Hindia Belanda yang berbunyi :<br />
•  Dewan Kabupaten terdiri dari Bupati sebagai Ketua dan 36 Anggota, yang diantaranya 5 warga Negara orang belanda, 27 warga negara bumi putera-bukan orang belanda dan 4 warga Negara luar bumi putera-bukan orang belnda.<br />
•  Dari 27 warga Negara bumi putera-bukan orang belanda yang dimaksudkan pada ayat (1) di atas, 19 orang ditunjuk melalui pemilihan.<br />
Dengan demikian wilayah Kabupaten Kebumen yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal De Jonge Nomor 3 tertanggal 31 desember 1935 dan berlaku mulai tanggal 1 Januari 1936 sampai saat ini tidak berubah.<br />
DAFTAR PIMPINAN DAERAH/BUPATI/ADIPATI/TUMENGGUNG<br />
YANG PERNAH MEMIMPIN DAERAH KEBUMEN</p>
<p>N A M A</p>
<p>PERKIRAAN WAKTU</p>
<p>NAMA DAERAH<br />
• </p>
<p>Panembahan Badranala</p>
<p>1642-1657</p>
<p>Panjer<br />
• </p>
<p>Hastrosuto</p>
<p>1657-1677</p>
<p>Panjer<br />
• </p>
<p>Kalapaking I</p>
<p>1677-1710</p>
<p>Panjer<br />
• </p>
<p>KRT. Kalapaking II</p>
<p>1710-1751</p>
<p>Panjer<br />
• </p>
<p>KRT. Kalapaking III</p>
<p>1751 &#8211; 1751</p>
<p>Panjer<br />
• </p>
<p>KRT. Kalapaking IV</p>
<p>1790-1833</p>
<p>Panjer<br />
• </p>
<p>KRT. Arungbinang IV</p>
<p>1833-1861</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>KRT. Arungbinang V</p>
<p>1861-1890</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>KRT. Arungbinang VI</p>
<p>1890-1908</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>KRT Arungbinang VII</p>
<p>1908-1934</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>KRT> Arungbinang VIII</p>
<p>1934-1942</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>R. Prawotosoedibyo Sosronegoro</p>
<p>1942-1945</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>KRT. Said Prawirosastro</p>
<p>1945-1947</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>RM Soejono</p>
<p>1947-1948</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>R. Moh Istikno Sosroroesono</p>
<p>1948-1951</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>RM Slamet Prodjoraharjo</p>
<p>1951-1956</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>R. Prodjosudarpo</p>
<p>1956-1961</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>R. Sudarmo Sumodiharjo</p>
<p>1961-1963</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>RM Suhardjo Notoprojo</p>
<p>1963-1964</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>Drs. R. Soetardjo Kalapaking</p>
<p>1964-1966</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>R. Suyitno</p>
<p>1966-1968</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>Mashud Mertosugondo</p>
<p>1968-1974</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>R. Soepeno Soeyodiprojo</p>
<p>1974-1979</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>DRs. H. Dadiyono Yudoprayitno</p>
<p>1979-1984</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>Drs. H. Iswarto</p>
<p>1984-1985</p>
<p>Kebumen<br />
• </p>
<p>H. Moh Choirudin Tohir</p>
<p>1985-</p>
<p>Kebumen</p>
<p>Pada tahun 1934-1935 terjadi pergeseran dan mutasi Kabupaten dan Bupati di Jawa tengah termasuk terjadi penggabungan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Kebumen menjadi Kabupaten Kebumen. Bupati Karanganyar RAA> Iskandar Tirtokoesoemo dipindah ke DEmak menggantikan RAA Sastrohardiwijoyo dipindah ke Kebumen menggantikan kakanya dan bergelar Arungbinang VIII.<br />
Bupati ini semula menjadi Bupati Magelang dan kedudukannya di Magelang digantikan oleh RAAA SOSrodiprojo (Adik dari Arungbinang VII atau kakak Arungbinang VI)<br />
Pembantu Gubernur Jawa Tengah untuk wilayah Kedu diangkat sebagai pejabat Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kebumen tanggal 19 Desember 1984. Drs. H. Iswarto menyerahkan kepada HMC. Tohir pada tanggal 19 Maret 1985.</p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/sejarah-kebumen-dalam-kerangka-sejarah-nasional/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/sejarah-kebumen-dalam-kerangka-sejarah-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>R.T Aroeng Binang I (Djoko Sangkrib)</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/r-t-aroeng-binang-i-djoko-sangkrib/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/r-t-aroeng-binang-i-djoko-sangkrib/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 19:33:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Bagi mereka yang kurang atau tidak mengetahui dengan betul, mengatakan bahwa trah keturunan R.T. Aroeng Binang I adalah keturunan Kajiman, karena adanya banyak ceritera mengenai Dewi Retno Nawangwulan dari Bulupitu. Maka perlu adanya penjelasan, bahwa Eyang Aroeng Binang I disamping adanya Nawangwulan juga mempunyai isteri-isteri lain dan putera-puterinya sebagai berikut. I. Dewi Retno Nawangwulan, peputra: [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/r-t-aroeng-binang-i-djoko-sangkrib/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi mereka yang kurang atau tidak mengetahui dengan betul, mengatakan bahwa trah keturunan R.T. Aroeng Binang I adalah keturunan Kajiman, karena adanya banyak ceritera mengenai Dewi Retno Nawangwulan dari Bulupitu. Maka perlu adanya penjelasan, bahwa Eyang Aroeng Binang I disamping adanya Nawangwulan juga mempunyai isteri-isteri lain dan putera-puterinya sebagai berikut.</p>
<p>I. Dewi Retno Nawangwulan, peputra:<br />
1. Eyang Klantung<br />
2. Eyang Cemeti<br />
3. Eyang Isbandiyah</p>
<p>II. Mas Ajeng Kuning asal Pelegen, peputra:<br />
1. R.Ay. Pangeran Blitar, isteri Pangeran Blitar.<br />
2. R. Honggodirdjo, Kliwon Kabupaten Bumi Sewu di Surakarta, menantu KGPAA. Mangkunegoro I (Pangeran Sambernyowo), karena kawin dengan putra-putrinya yang bernama BRA. Semi.<br />
3. R.Ay. Abdulsalam, isteri Kyai Abdulsalam, Pengulu Kebumen. Kyai Abdulsalam (Ngabdulsalam) semare di Jrakah, putra Kyai Jontrot. Sedangkan Kyai Jontrot adalah putra Pangeran Korowelang di Selomanik, daerah Pejajaran.<br />
4. R.Ay. kromowidjojo (Sala).</p>
<p>III. Mas Ajeng Dewi, asal Winong, peputra:<br />
1. R.Ay. Wonoyudo, isteri Kyai Ngabei Wonoyudo dari Telaga Mirit Prembun.<br />
2. R. Wongsodirdjo (R.T Aroeng Binang II) berputera 23 orang. Yang no. 7 menjadi Bupati Nayaka Sewu dengan nama RT. Djojonegoro dan menjadi menantu Paku Buwono IV dan diangkat sebagai Pepatih Dalem yang kemudian berganti nama R. Adipati Sosrodiningrat. Putri nomor 4 menikah dengan RMT. Aroeng Binang III.<br />
3. Mas Ajeng Wongsodiwiryo, isteri M. Ngabei Wongsodiwiryo Prembun.<br />
4. Mas Ajeng Soerodiwiryo, isteri R. Ng. Soerodiwiryo, Mantri Kabupaten Bumi Sewu.</p>
<p>IV. Mas Ajeng ragil asal Prajuritan, peputra:<br />
1. R. Ng. Wongsodikromo, Penewu kabupaten Sewu di Surakarta.</p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/r-t-aroeng-binang-i-djoko-sangkrib/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/r-t-aroeng-binang-i-djoko-sangkrib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nelayan Larung Sesaji ke Laut Selatan</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/nelayan-larung-sesaji-ke-laut-selatan/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/nelayan-larung-sesaji-ke-laut-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 19:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[Nelayan di Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Kebumen menggelar tradisi sedekah laut, Selasa (13/12). Tradisi tahunan setiap bulan Suro pada penanggalan Jawa itu digelar sebagai ungkapan syukur atas apa yang diterima selama setahun, sekaligus berdoa untuk keselamatan selama setahun ke depan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi sedekah laut ini diawali dengan mengusung jolen yang berisi aneka sesaji [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/nelayan-larung-sesaji-ke-laut-selatan/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nelayan di Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Kebumen menggelar tradisi sedekah laut, Selasa (13/12). Tradisi tahunan setiap bulan Suro pada penanggalan Jawa itu digelar sebagai ungkapan syukur atas apa yang diterima selama setahun, sekaligus berdoa untuk keselamatan selama setahun ke depan. </p>
<p>Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi sedekah laut ini diawali dengan mengusung jolen yang berisi aneka sesaji dari rumah Kepala Desa Rowo Sarno menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berjarak sekitar 300 meter.</p>
<p>Sesaji yang nantinya akan dilarung ke laut selatan itu antara lain berupa kepala kambing yang dibungkus kain mori, jenang empat warna, jajanan pasar, kembang setaman, tumpeng tolak, tujuh macam pisang, tujuh macam buah, ageman sakpengadek, hingga oman ketan hitam.</p>
<p>Selanjutnya, sesaji kemudian diarak menggunakan sekitar 30 perahu yang ditumpangi oleh nelayan dan keluarganya. Arak-arakan perahu itu menyusuri Sungai Wawar menuju Pantai Selatan yang berjarak sekitar tiga kilometer.</p>
<p>Laki-laki dan perempuan, orang tua hingga anak-anak ikut naik perahu berukuran 2 grosston tersebut. Camat Mirit Irfani SSos beserta jajaran Muspika Mirit ikut naik di atas perahu.</p>
<p>Setiba di pantai, bermacam-macam sesaji yang telah didoakan itu kemudian dilarung ke tengah lautan. Sedangkan ratusan warga dari bibir pantai menyaksikan detik-detik larung sesaji yang dilakukan menggunakan perahu.</p>
<p>Warga sempat tegang ketika beberapa kali perahu gagal menerobos gelombang besar. Mereka baru bersorak setelah perahu yang membawa jolen berhasil masuk ke tengah dan melarung sesaji.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan wujud syukur nelayan kepada Tuhan dan meminta keselamatan agar tahun depan bisa mendapatkan rejeki yang lebih baik,&#8221; ungkap sesepuh Desa Rowo, H Sastrowiryo (82) kepada suaramerdeka.com di sela-sela acara.</p>
<p>Oleh masyarakat Desa Rowo, tradisi sedekah laut digelar setiap hari Jumat atau Selasa Kliwon di bulan Suro. Sesaji yang dilarung diyakini merupakan kesukaan Ratu Laut Kidul, khususnya ageman yang terdiri atas batik, konde, serta alat rias kecantikan.</p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/nelayan-larung-sesaji-ke-laut-selatan/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/nelayan-larung-sesaji-ke-laut-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Desa &amp; Kecamatan Di Kabupaten Kebumen</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/daftar-desa-kecamatan-di-kabupaten-kebumen/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/daftar-desa-kecamatan-di-kabupaten-kebumen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 19:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[1. Kecamatan Adimulyo Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Adimulyo : - Kelurahan/Desa Adikarto (Kodepos : 54363) - Kelurahan/Desa Adiluhur (Kodepos : 54363) - Kelurahan/Desa Adimulyo (Kodepos : 54363) - Kelurahan/Desa Arjomulyo (Kodepos : 54363) - Kelurahan/Desa Arjosari (Kodepos : 54363) - Kelurahan/Desa Banyuroto (Kodepos : 54363) - Kelurahan/Desa Bonjok (Kodepos : 54363) - Kelurahan/Desa Candi [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/daftar-desa-kecamatan-di-kabupaten-kebumen/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Kecamatan Adimulyo<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Adimulyo :<br />
- Kelurahan/Desa Adikarto (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Adiluhur (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Adimulyo (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Arjomulyo (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Arjosari (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Banyuroto (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Bonjok (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Candi Wulan (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Caruban (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Joho (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Kemujan (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Mangunharjo (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Meles (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Pekuwon (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Sekarteja (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Sidamukti (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Sidamulyo (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Sugihwaras (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Tambakharjo (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Tegalsari (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Temanggal (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Tepakyang (Kodepos : 54363)<br />
- Kelurahan/Desa Wajasari (Kodepos : 54363)<br />
2. Kecamatan Alian / Aliyan<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Alian  :<br />
- Kelurahan/Desa Bojongsari (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Jatimulyo (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Kalijaya (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Kaliputih (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Kalirancang (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Kambangsari (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Karangkembang (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Karangtanjung (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Kemangguhan (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Krakal (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Sawangan (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Seliling (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Surotrunan (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Tanuharjo (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Tlogowulung (Kodepos : 54352)<br />
- Kelurahan/Desa Wonokromo (Kodepos : 54352)<br />
3. Kecamatan Ambal<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ambal  :<br />
- Kelurahan/Desa Ambalkebrek (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Ambalkliwonan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Ambalresmi (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Ambarwinangun (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Benerkulon (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Benerwetan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Blengorkulon (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Blengorwetan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Dukuhrejasari (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Entak (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Gondanglegi (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Kaibon (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Kaibonpetangkuran (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Kembangsawit (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Kenayajayan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Kradenan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Lajer (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Pagedangan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Pasarsenen (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Peneket (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Plempukankembaran (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Prasutan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Pucangan (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Sidareja (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Sidoluhur (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Sidomukti (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Singosari (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Sinungreja (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Sumberjati (Kodepos : 54392)<br />
- Kelurahan/Desa Surobayan (Kodepos : 54392)<br />
4. Kecamatan Ayah<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ayah  :<br />
- Kelurahan/Desa Argopeni (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Argosari (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Ayah (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Banjararjo (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Bulurejo (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Candirenggo (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Demangsari (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Jatijajar (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Jintung (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Kalibangkang (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Kalipoh (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Karangduwur (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungweru (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Mangunweni (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Pasir (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Srati (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Tlogosari (Kodepos : 54473)<br />
- Kelurahan/Desa Watukelir (Kodepos : 54473)<br />
5. Kecamatan Bonorowo<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bonorowo  :<br />
- Kelurahan/Desa Balorejo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Bonjokkidul (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Bonjoklor (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Bonorowo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Mrentul (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Ngasinan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Patukrejo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Pujodadi (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Rowosari (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Sirnoboyo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Tlogorejo (Kodepos : 54395)<br />
6. Kecamatan Buayan<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Buayan  :<br />
- Kelurahan/Desa Adiwarno (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Banyumudal (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Buayan (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Geblug (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Jatiroto (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Jladri (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Jogomulyo (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Karangbolong (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Mergosono (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Nogoraji (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Pakuran (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Purbowangi (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Rangkah (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Rogodadi (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Rogodono (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Semampir (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Sikayu (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Tugu (Kodepos : 54474)<br />
- Kelurahan/Desa Wonodadi (Kodepos : 54474)<br />
7. Kecamatan Buluspesantren<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Buluspesantren  :<br />
- Kelurahan/Desa Ambalkumolo (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Ampih (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Arjowinangun (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Ayamputih (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Banjurmukadan (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Banjurpasar (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Bocor (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Brecong (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Buluspesantren (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Indrosari (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Jogopaten (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Kloposawit (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Maduretno (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Rantewringin (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Sangubanyu (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Setrojenar (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Sidomoro (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Tambakrejo (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Tanjungrejo (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 54391)<br />
- Kelurahan/Desa Waluyo (Kodepos : 54391)<br />
8. Kecamatan Gombong<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gombong  :<br />
- Kelurahan/Desa Gombong (Kodepos : 54411)<br />
- Kelurahan/Desa Wonokriyo (Kodepos : 54412)<br />
- Kelurahan/Desa Semondo (Kodepos : 54413)<br />
- Kelurahan/Desa Semanding (Kodepos : 54414)<br />
- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Kalitengah (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungpuji (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Kemukus (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Klopogodo (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Panjangsari (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Patemon (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Sidayu (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Wero (Kodepos : 54416)<br />
- Kelurahan/Desa Wonosigro (Kodepos : 54416)<br />
9. Kecamatan Karanganyar<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karanganyar  :<br />
- Kelurahan/Desa Candi (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Giripurno (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Grenggeng (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Jatiluhur (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Karangkemiri (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Panjatan (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Plarangan (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Pohkumbang (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 54364)<br />
- Kelurahan/Desa Wonorejo (Kodepos : 54364)<br />
10. Kecamatan Karanggayam<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karanggayam  :<br />
- Kelurahan/Desa Binangun (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Clapar (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Ginandong (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Giritirto (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Glontor (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Kajoran (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Kalibening (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Kalirejo (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Karanggayam (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Karangmojo (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Karangrejo (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Karangtengah (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Kebakalan (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Logandu (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Pagebangan (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Penimbun (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Selogiri (Kodepos : 54365)<br />
- Kelurahan/Desa Wonotirto (Kodepos : 54365)<br />
11. Kecamatan Karangsambung<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karangsambung :<br />
- Kelurahan/Desa Banioro (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Kaligending (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Kalisana (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Karangsambung (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungwaru (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Langse (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Pencil (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Plumbon (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Pujotirto (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Seling (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Tlepok (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Totogan (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Wadasmalang (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Widoro (Kodepos : 54353)<br />
12. Kecamatan Kebumen<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kebumen :<br />
- Kelurahan/Desa Kebumen (Kodepos : 54311)<br />
- Kelurahan/Desa Panjer (Kodepos : 54312)<br />
- Kelurahan/Desa Tamanwinangun (Kodepos : 54313)<br />
- Kelurahan/Desa Selang (Kodepos : 54314)<br />
- Kelurahan/Desa Kembaran (Kodepos : 54315)<br />
- Kelurahan/Desa Bumirejo (Kodepos : 54316)<br />
- Kelurahan/Desa Adikarso (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Argopeni (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Bandung (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Candimulyo (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Candiwulan (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Depokrejo (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Gemeksekti (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Gesikan (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Jatisari (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Jemur (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Kalibagor (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Kalijirek (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Kalirejo (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Kawedusan (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Kutosari (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Mengkowo (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Muktirejo (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Muktisari (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Roworejo (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Sumberadi (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Tanahsari (Kodepos : 54317)<br />
- Kelurahan/Desa Wonosari (Kodepos : 54317)<br />
13. Kecamatan Klirong<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Klirong  :<br />
- Kelurahan/Desa Bendogarap (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Bumiharjo (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Dorowati (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Gadungrejo (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Gebangsari (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Jatimalang (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Jerukagung (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Jogosimo (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Kaliwungu (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Karangglonggong (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Kebadongan (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungsari (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungwinangun (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Klegenrejo (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Klegenwonosari (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Klirong (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Pandanlor (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Podoluhur (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Ranterejo (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Sitirejo (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Tambakagung (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Tambakprogaten (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Tanggulangin (Kodepos : 54381)<br />
- Kelurahan/Desa Wotbuwono (Kodepos : 54381)<br />
14. Kecamatan Kutowinangun<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kutowinangun  :<br />
- Kelurahan/Desa Babadsari (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Jlegiwinangun (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Kaliputih (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Korowelang (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Kutowinangun (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Kuwarisan (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Lumbu (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Lundong (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Mrinen (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Pejagatan (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Pekunden (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Pesalakan (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Tanjungmeru (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Tanjungseto (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Triwarno (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Ungaran (Kodepos : 54393)<br />
15. Kecamatan Kuwarasan<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kuwarasan  :<br />
- Kelurahan/Desa Banjareja (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Bendungan (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Gandusari (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Gumawang (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Gunungmujil (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Harjodowo (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Jatimulya (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Kalipurwo (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Kamulyan (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Kuwarasan (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Kuwaru (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Lemahduwur (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Madureso (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Mangli (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Ori (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Pondokgebangsari (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Purwodadi (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Sawangan (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Serut (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Sidomukti (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Tambaksari (Kodepos : 54366)<br />
- Kelurahan/Desa Wonoyoso (Kodepos : 54366)<br />
16. Kecamatan Mirit<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mirit :<br />
- Kelurahan/Desa Karanggede (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Kertodeso (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Krubungan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Lembupurwo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Mangunranan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Mirit (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Miritpetikusan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Ngabeyan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Patukgawemulyo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Patukrejomulyo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Pekutan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Rowo (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Sarwogadung (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Selotumpeng (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Singoyudan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Sitibentar (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Tlogodepok (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Tlogopragoto (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Wergonayan (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Winong (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Wirogaten (Kodepos : 54395)<br />
- Kelurahan/Desa Wiromartan (Kodepos : 54395)<br />
17. Kecamatan Padureso<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Padureso  :<br />
- Kelurahan/Desa Balingasal (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Kaligubuk (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Kalijering (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Merden (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Padureso (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Pejengkolan (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Rahayu (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Sendangdalem (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Sidototo (Kodepos : 54394)<br />
18. Kecamatan Pejagoan<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pejagoan  :<br />
- Kelurahan/Desa Aditirto (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Jemur (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Karangpoh (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Kebagoran (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Kebulusan (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Kedawung (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Kuwayuhan (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Logede (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Pejagoan (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Pengaringan (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Peniron (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Prigi (Kodepos : 54361)<br />
- Kelurahan/Desa Watulawang (Kodepos : 54361)<br />
19. Kecamatan Petanahan<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Petanahan  :<br />
- Kelurahan/Desa Ampelsari (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Banjarwinangun (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Grogolbeningsari (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Grogolpenatus (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Grujugan (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Jagamertan (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Jatimulyo (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Karangduwur (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Karanggadung (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Karangrejo (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Kebonsari (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Kritig (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Kuwangunan (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Munggu (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Nampudadi (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Petanahan (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Podourip (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Tegalretno (Kodepos : 54382)<br />
- Kelurahan/Desa Tresnorejo (Kodepos : 54382)<br />
20. Kecamatan Poncowarno<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Poncowarno :<br />
- Kelurahan/Desa Blater (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Jatipurus (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Jembangan (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Karangtengah (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Kebapangan (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungdowo (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Lerepkebumen (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Poncowarno (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Soka (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Tegalrejo (Kodepos : 54393)<br />
- Kelurahan/Desa Tirtomoyo (Kodepos : 54393)<br />
21. Kecamatan Puring<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Puring  :<br />
- Kelurahan/Desa Arjowinangun (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Banjarejo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Bumirejo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Kaleng (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Kedalemankulon (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Kedalemanwetan (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Krandegan (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Madurejo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Pasuruhan (Pasuruan) (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Puliharjo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Purwoharjo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Purwosari (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Sidobunder (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Sidodadi (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Sidoharjo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Sitiadi (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Srusuhjurutengah (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Surorejan (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Tambakmulyo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Tukinggedong (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Waluyorejo (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Wetonkulon (Kodepos : 54383)<br />
- Kelurahan/Desa Wetonwetan (Kodepos : 54383)<br />
22. Kecamatan Rowokele<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Rowokele :<br />
- Kelurahan/Desa Bumiagung (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Giyanti (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Jatiluhur (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Kalisari (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Kretek (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Pringtutul (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Redisari (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Rowokele (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Sukomulyo (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Wagirpandan (Kodepos : 54472)<br />
- Kelurahan/Desa Wonoharjo (Kodepos : 54472)<br />
23. Kecamatan Sadang<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sadang :<br />
- Kelurahan/Desa Cangkring (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Kedunggong (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Pucangan (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Sadangkulon (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Sadangwetan (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Seboro (Kodepos : 54353)<br />
- Kelurahan/Desa Wonosari (Kodepos : 54353)<br />
24. Kecamatan Sempor<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sempor :<br />
- Kelurahan/Desa Bejiruyung (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Bonosari (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Donorojo (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Jatinegoro (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Kalibeji (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungjati (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungwringin (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Kenteng (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Pekuncen (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Sampang (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Selokerto (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Semali (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Sempor (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Sidoharum (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Somagede (Kodepos : 54421)<br />
- Kelurahan/Desa Tunjungseto (Kodepos : 54421)<br />
25. Kecamatan Sruweng<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sruweng  :<br />
- Kelurahan/Desa Condongcampur (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Donosari (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Giwangretno (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Jabres (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Karanggedang (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Karangjambu (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Karangpule (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Kejawang (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Klepusanggar (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Menganti (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Pakuran (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Pandansari (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Pengempon (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Penusupan (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Purwodeso (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Sidoagung (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Sidoharjo (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Sruweng (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Tanggeran (Kodepos : 54362)<br />
- Kelurahan/Desa Trikarso (Kodepos : 54362)<br />
26. Kecamatan Prembun<br />
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Prembun :<br />
- Kelurahan/Desa Bagung (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Kabekelan (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Kabuaran (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungbulus (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Kedungwaru (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Mulyosri (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Pecarikan (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Pesuningan (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Prembun (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Sembirkadipaten (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Sidogede (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Tersobo (Kodepos : 54394)<br />
- Kelurahan/Desa Tunggalroso (Kodepos : 54394)</p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/daftar-desa-kecamatan-di-kabupaten-kebumen/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/daftar-desa-kecamatan-di-kabupaten-kebumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Untuk Pemilik Handphone</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/renungan-untuk-pemilik-handphone/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/renungan-untuk-pemilik-handphone/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 06:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Dibaca dulu ya, lucu dan berguna buat kita pribadi kok Hai pemilik DIRI ku, Aku sungguh beruntung menjadi Handphone mu Kau memegangku dengan kedua tanganmu secara hati². Kau selalu percaya aku bersama dengan mu. Jika aku jatuh kamu selalu takut aku rusak. Aku selalu mendptkan perhatianmu. Kamu gak mau terganggu jika org lain mengganggu wkt [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/renungan-untuk-pemilik-handphone/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibaca dulu ya, lucu dan berguna buat kita pribadi kok</p>
<p>Hai pemilik DIRI ku,</p>
<p>Aku sungguh beruntung menjadi Handphone mu</p>
<p>Kau memegangku dengan kedua tanganmu secara hati².</p>
<p>Kau selalu percaya aku bersama dengan mu.</p>
<p>Jika aku jatuh kamu selalu takut aku rusak.</p>
<p>Aku selalu mendptkan perhatianmu.</p>
<p>Kamu gak mau terganggu jika org lain mengganggu wkt kita berdua.</p>
<p>Kamu tdk akan prnh meninggalkanku di taxi dan kamu tdk akan mudah menggantikanku spt tmn lamaku Nokia,Sony dan hp lainnya.</p>
<p>Ketika makan,,</p>
<p>Aku di sampingmu.</p>
<p>Ketika di toilet,,</p>
<p>Aku bersamamu.</p>
<p>Ketika tidur,,</p>
<p>Aku disamping bantalmu.</p>
<p>Ketika aku berbunyi,, kamu lgsg mencari dan mengangkat ku secara hati² spt sebutir telur.</p>
<p>Ketika aku lemah,,</p>
<p>Kau berusaha mencari stop kontak, tempat utk men-charger ulang ku.</p>
<p>Ketika aku lapar,,</p>
<p>Kamu mengisi ku dgn pulsa.</p>
<p>Kamu membelikanku semua pakaian yg bagus utk melindungiku dan menutup tubuhku.</p>
<p>Dan jika kamu merasa ada yg bisa membahayakanku, kau akan menyimpan aku di dalam saku atau tasmu.</p>
<p>Setiap bulan kamu selalu menyisihkan uang utk membelikanku sesuatu yg baru.</p>
<p>Kamu mengupgrade aku setiap kali ada versi baru.</p>
<p>Bahkan kamu rela menggantikan tmnku seperti Nokia, Samsung, dan Sony</p>
<p>Kamu rela ber-jam² menghabiskan wkt dgn diriku.</p>
<p>Kamu bisa selalu tersenyum di dpn ku.</p>
<p>walau aku tidak memiliki sifat spt manusia.</p>
<p>Kadang² aku membuatmu tertawa yg membuat org disekitarmu berpikir kamu orang kurang Waras.</p>
<p>Aku lihat pasanganmu cemburu dgn kita berdua..</p>
<p>Nasehatku utk kamu semua, jgnlah buang wkt Hidupmu secara sia² krna diriku.</p>
<p>Sisihkan waktumu,,tinggalkan aku dan lihat serta dengarkan apa yg sdg terjadi disekelilingmu.</p>
<p>beri perhatian kpd mereka yg sgt berarti bagi mu, suami/istri, orang tua, anak², sahabat² mu dan yg plg penting sishkan waktumu untuk saat berhargamu dgn Tuhan. Karena aku akan tetap mencintaimu spt kamu mencintai ku.</p>
<p>Aku hanya benda mati. Aku hanya Handphone,,, tidak lebih.. !!!</p>
<p>Semogha bermanfaat</p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/renungan-untuk-pemilik-handphone/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/renungan-untuk-pemilik-handphone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jemaah NII Berhaji ke Indramayu ?</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/jemaah-nii-berhaji-ke-indramayu/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/jemaah-nii-berhaji-ke-indramayu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 18:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Jangan lupa KLik Like/ Suka dibawah ini dan Sarankan/ Send ke teman ya Liputan6.com, Bandung: Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah IX konon memiliki tak kurang dari 170 ribu jemaah. Sebanyak 120 ribu jemaah di antaranya terkonsentrasi di Jakarta dengan mayoritas anggota adalah mahasiswa. Dalam sebulan mereka wajib setor Rp 14 miliar. Ken Setiawan dari [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/jemaah-nii-berhaji-ke-indramayu/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jangan lupa KLik Like/ Suka dibawah ini dan Sarankan/ Send ke teman ya</strong></p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=240743149281745&#038;xfbml=1"></script><fb:like href="http://www.facebook.com/infokwk" send="true" width="600" show_faces="true" font=""></fb:like></p>
<p>Liputan6.com, Bandung: Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah IX konon memiliki tak kurang dari 170 ribu jemaah. Sebanyak 120 ribu jemaah di antaranya terkonsentrasi di Jakarta dengan mayoritas anggota adalah mahasiswa. Dalam sebulan mereka wajib setor Rp 14 miliar.</p>
<p>Ken Setiawan dari NII Crisis Center, baru-baru ini mengatakan, gerakan NII yang diproklamasikan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo memang mengalami pasang surut. &#8220;Pascapenawanan dan eksekusi Kartosuwiryo 1962 lalu, NII pun diwarnai dengan munculnya fraksi-fraksi baru. Pelencengan akidah di NII KW IX mulai terjadi saat Abu Toto menjadi imam (1996),&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Ken Setiawan, Tauhid RMU yang merupakan singkatan dari rububiyah (hukum), mulkiyah (tempat), uluhiyah (umat), merupakan konsep negara bagi NII. Mereka menganggap orang-orang di luar NII adalah kafir, dzalim, dan fasik.</p>
<p>Bentuk-bentuk penyelewengan akidah yang terjadi di dalam NII adalah umatnya menafsirkan Alquran sesuai dengan kepentingan organisasi. &#8220;Mereka membagi salat menjadi dua, yakni salat ritual dan salat universal. Negara posisinya dianggap sama dengan Allah dan para pemimpinnya sebagai rasul, dan mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi target,&#8221; ujar Ken Setiawan.</p>
<p>Berhaji ke Indramayu</p>
<p>Bahkan, kata Ken Setaiawan, para penganut NII melaksanakan haji ke ibu kota negara mereka, yakni Indramayu. &#8220;Selain persoalan penyelewengan akidah, perkembangan NII KW IX juga ditandai dengan pengerukan dana besar-besaran.</p>
<p>Dalam proses pencarian dana, ada banyak modus yang biasa dilakukan. &#8220;Umumnya mereka menggunakan semua uang yang dimiliki seperti, uang saku, tabungan dan gaji, ada pula yang menjual barang-barang berharga, menipu orang tua dengan alasan menghilangkan atau merusakkan barang teman, membuat surat palsu mengatasnamakan kegiatan kampus, menyebar proposal, atau meminta sumbangan, bahkan melalui mencuri dari orang di luar kelompok,&#8221; urai Ken Setiawan.</p>
<p>Menurut Ken Setiawan, semua dana yang terkumpul dari anggota kemudian dipusatkan di rekening pribadi Abu Toto. Dengan sirkulasi dana yang ada di dalam tubuh NII, perekrutan anggota baru menjadi hal yang sangat krusial di organisasi tersebut.</p>
<p>Ken Setawaian menjelaskan, biasanya untuk merekrut itu setidaknya diperlukan dua orang jemaah, satu orang pemancing dan lainnya pengajak. &#8220;Pemancing bertugas menentukan target, mengawal, serta memotivasi calon jemaah. Sementara itu, pemancing berpura-pura sebagai calon jemaah yang juga baru diajak. Keduanya akan mengawal calon jemaah hingga tahap hijrah, termasuk menginap di rumah calon jemaah dan pencarian dana untuk sedekah,&#8221; papar Ken yang diamini Sukanto, aktivis NII (1996-2001).</p>
<p>&#8220;Karena itulah kita sebenarnya bisa mengidentifikasi manakala teman atau saudara-saudara kita terbujuk untuk masuk dalam NII. Di antaranya adalah mereka memiliki teman baru, jarang kuliah atau mungkin cuti, pulang sering telat tanpa alasan jelas, nilai menurun drastis, menghindar dari teman lama, banyak bohong, sangat sibuk dan teleponnya tak berhenti berdering, mulai merekrut teman-teman terdekatnya, dan menjadi distributor atau penjual majalah tertentu,&#8221; katanya.</p>
<p><strong> Silahkan Komentar / Update Status Disini : KLIK Add a Coment </strong></p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:comments href="https://www.facebook.com/infokwk" num_posts="28" width="604"></fb:comments></p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/jemaah-nii-berhaji-ke-indramayu/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/jemaah-nii-berhaji-ke-indramayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasehat Bahasa Jawa</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/nasehat-bahasa-jawa/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/nasehat-bahasa-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 09:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Jangan lupa KLik Like/ Suka dibawah ini dan Sarankan/ Send ke teman ya 1. Yen gelem nalusuri, sejatine ora sethithik piwulang lan pitutur becik kang malah kita tampa saka wong-wong kang gawene nacad marga ora seneng marang kita, katimbang saka kanca raket kang tansah ngalembana. Awit elinga, panacad iku bisa nggugah kita nglempengake laku, dene [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/nasehat-bahasa-jawa/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jangan lupa KLik Like/ Suka dibawah ini dan Sarankan/ Send ke teman ya</strong></p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=240743149281745&#038;xfbml=1"></script><fb:like href="http://www.facebook.com/infokwk" send="true" width="600" show_faces="true" font=""></fb:like></p>
<p>1. Yen gelem nalusuri, sejatine ora sethithik piwulang lan pitutur becik kang malah kita tampa saka wong-wong kang gawene nacad marga ora seneng marang kita, katimbang saka kanca raket kang tansah ngalembana. Awit elinga, panacad iku bisa nggugah kita nglempengake laku, dene pangalembana kepara njalari kelalen.</p>
<p>    Kalau mau menelusuri, sebetulnya tidak sedikit pelajaran dan petuah bijak yang kita dapatkan dari orang-orang yang pekerjaannya nyacad (menghina) sebab tidak suka dengan kita, dari pada  teman dekat yang selalu memuja/menyanjung. Maka ingatlah penghinaan itu bisa membangkitkan kita untuk meluruskan perjalanan hidup, sedangkan dipuja/disanjung dapat mengakibatkan kita terlena.</p>
<p>2. Samangsane kowe diclathu wong kanthi sengak, aja kok bales sak nalika kanthi tembung kang uga sengak. Prayoga tanggapana mawa pakarti kang alus lan sareh. Jer ya klawan laku kang kaya mangkono iku kowe bisa ngendhalekake watak kang panasbaran, ngasorake sifat kang lagi kasinungan iblis.</p>
<p>    Sewaktu kamu dimarahi orang dengan sengit (jelek), jangan dibalas seketika dengan ucapan jelek. Lebih baik tanggapi dengan perbuatan yang baik dan sabar. Sebab dengan perbuatan yang seperti itu kamu bisa  mengendalikan watak yang emosional, mengalahkan sifat iblis dalam diri kita.</p>
<p>3. Ing endi dununge pemarem lan katentreman? Saking angele mapanake rasa, nganti meh ora ana wong kang bisa rumangsa marem lan tentrem uripe. Mula kita kudu tlaten ngalah budi. Dhahana rasa meri lan drengki, amrih gorehing pikir bisa tansah sumingkir.</p>
<p>    Dimana tempatnya rasa puas dan ketentraman? Sangat sulit menempatkan rasa, sampai tidak ada orang yang bisa merasakan puas dan tentram dalam hidupnya. Maka dari itu kita harus selalu bersabar. Jangan pernah ada rasa iri dan dengki,  supaya pikiran jelek bisa selalu tersingkirkan.</p>
<p>4. Menawa kowe durung mangerteni marang bab kok anggep ora becik aja kesusu ngatonake rasa sengitmu, gedhene nganti maoni lan nglairake panacad. Awit kawruhana yen pikiran manungsa iku tansah mobah mosik lan molak-malik. Apa kang kok kira ala lan kok gethingi iku ing tembe buri bisa malih dadi kok senengi, kepara malah bisa dadi gantungane uripmu.</p>
<p>    Seumpama kamu belum mengerti dengan permasalahan dianggap tidak baik , jangan  dahulu memperlihatkan rasa bencimu, besarnya sampai membalas ucapannya dan mengeluarkan kata-kata menghina. Pertama ketahuilah bahwa pikiran manusia selalu berfikir dan berubah-ubah. Apa yang kamu kira jelek dan kamu benci itu suatu saat bisa berubah jadi kamu senangi, dan bisa berbalik jadi tempat untuk menggantungkan hidupmu.</p>
<p>5. Karepe wong nyatur alane liyan iku beteke mung arep nuduhake becike awake dhewe. Yen sing dijak nyatur wong kemplu, pamrih sing kaya mangkono mesthi katekane. Nanging tumraping wong mursid wong kang ngumbang rereged ing awake sarana migunakake banyu peceren malah saya nuduhake blentang-blentonge pambegan.</p>
<p>    Maksudnya membicarakan kejelekan orang tetapi sebenarnya hanya untuk memperlihatkan kebaikan dirinya sendiri. Yang diajak  berbicara orang bodoh, keinginan yang seperti itu pasti terlaksana. Tetapi untuk seorang mursid (guru) orang yang membersihkan diri  dengan sarana mengunakan air yang kotor malah semakin menunjukkan  aibnya.</p>
<p>6. Aja sok ngendel-endelake samubarang kaluwihanmu, apa maneh mamerake kasuguhan lan kapinteranmu. Yen anggonmu ngongasake dhiri mau mung winates ing lathi tanpa bukti, dhonge enggon awakmu dadi ora aji. Luwih prayoga turuten pralambange “pari dadi” kang saya isi lan mentes malah sangsaya ndhungkluk. Pari kang ndhangak nudhuhake nek kothong blong tanpa isi.</p>
<p>    Jangan pernah menunjuk-nunjukkan semua kelebihanmu, apalagi menunjukkan ketekunan dan kepandaiaanmu. Kalau kamu dalam menunjukkan kepandaian diri hanya sebatas di mulut tanpa bukti, suatu saat dirimu jadi tidak ada harganya. Lebih baik ikuti simbolnya “padi” yang semakin isi dan berisi semakin merunduk. Padi yang menengadah menunjukkan kalau kosong momplong tanpa isi.</p>
<p>7. Kahanan ndonya iki ora langgeng, tansah mobah mosik. Yen sira nemahi ketunggon bandha lan kasinungan pangkat, aja banjur rumangsa “Sapa Sira Sapa Ingsun” (SSSI) kang tansah ngendelake panguwasane tumindak deksura marang sapadha-padha. Elinga yen bandha iku gampang sirna. Pangkat bisa oncat ing saben wayah.</p>
<p>    Kedaaan dunia ini tidak pernah tetap, selalu berubah-ubah. Kalau kita lagi ditungguhi kekayaan dan pangkat derajat, jangan pernah merasa “Siapa Kamu Siapa Saya” yang selalu menunjukkan kekuasaannya bertindak semaunya pada sesamanya. Ingatlah kalau harta itu mudah habis. Kedudukan (pangkat) bisa lepas sewaktu-waktu.</p>
<p>8. Saiba becike samangsa wong kang lagi kasinungan begja lan kabungahan iku tansah eling, gedhene asung syukur marang kang Peparing. Awit elinga yen tumindak kaya mangkono mau kajaba bisa ngilangi watak jubriya uga mletikake rasa rumangsa yen wong dilahirake ing donya iku sejatine mung dadi lelantaran melu urun-urun, tetulung marang sapadha-padha ning titah, mbengkas kasangsaran, munggahe nggayuh hayuning jagad.</p>
<p>    Betapa indahnya sewaktu orang yang lagi mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan haruslah selalu ingat, besarnya selalu bersyukur kepada yang selalu memberi. Maka ingatlah kalau prilaku seperti itu selain bisa mengingatkan watak curiga juga melatih rasa menyadari kalau orang dilahirkan didunia ini sebenarnya hanya jadi perantara ikut berbagi, untuk mencapai kelestarian bumi.</p>
<p>9. “Rumangsa sarwa duwe” lan “Sarwa duwe rumangsa” iku tinulis genah mung diwolak-walik. Nanging surasane jebul kaya bumi klawan langit. Sing kapisan nuduhake watak ngedir-edirake, wengis satindak lakune, asosial, yen nggayuh  pepinginan ora maelu laku dudu samubarang pakarti nistha ditrajang wani. Dene sing kapindho, pakartine tansah kebak welas asih, wicaksana ing saben laku, rumangsa dosa samangsa gawe kapitunane liyan.</p>
<p>    “Merasa serba ada” dan “Serba ada perasaan” itu jelas tertulis hanya dibalak-balik. Artinya sebernya seperti bumi dan langit. Yang pertama menunjukkan watak mengagung-agungkan diri, bengis setiap langkahnya, kikir, dan kalau ingin meraih keinginan  tidak memperhatikan prilaku jelek semuanya dilanggar. Dan yang kedua, perbuatannya  selalu penuh dengan welas asih, bijaksana di setiap langkah, merasa berdosa sewaktu berbuat merugikan orang.</p>
<p>10. Memitran, paseduluran nganti tumekaning jejodhowan iku yen siji lan sijine bisa emong kinemong, istingarah bisa sempulur becik. Yen anaa padudon sepisan pindho iku wis aran lumrah, bisa nambahi raketing sesambungan. Nanging suwalike yen padha angel ngenggoni sifat emong kinemong mau genah bakal langka langgenge, malah bedaning panemu sithik wae bisa marakake dahuru.</p>
<p>    Berteman, persaudaraan sampai datangnya perjodohan itu kalau satu dan satunya bisa saling asuh-mengasuh, istiqaroh bisa semakin baik. Kalaupun ada perselisihan sekali dua kali itu sudah biasa, bisa menambah eratnya pertalian persaudaraan. Tetapi sebaliknya kalau sama-sama susah menempatkan sifat saling asuh-mengasuh itu jelas bakal langka kelanjutannya, berbeda pendapat sedikit saja bisa membuat perselisihan.</p>
<p>11. Tepa slira lan mawas dhiri iku dadi oboring laku nggayuh rahayu, minangka jimat paripih tumraping ngaurip, munggahe bisa nyedhakake rasa asih lan ngedohake watak drengki lan daksiya marang sapepadhane. Sregep mawas dhiri ateges bakal weruh marang kekurangan lan cacade dhewe, saengga wusanane thukul greged ndandani murih apike.</p>
<p>    Tenggang rasa dan intropeksi itu jadi penerang jalan dalam mengapai keselamatan, sebagai pusaka (benteng diri) hidup kita, dapat mendekatkan pada rasa kasih sayang dan menjauhkan watak iri dan sewenang-wenang pada sesama. Selalu intropeksi artinya tahu akan kekurangan dan cela diri kita, sehingga akhirnya tumbuh keinginan memperbaiki bagaimana baiknya.</p>
<p>12. Wong kang ora nate nandhang prihatin ora bakal kasinungan rasa pangrasa kang njalari tekane rasa trenyuh lan welas lahir batine. Wong kang wis nate ketaman ing prihatin, luwih bisa ngrasakake penandange wong liya. Mula adhakane luwih gelem aweh pitulungan marang kang kasusahan.</p>
<p>    Orang yang tidak pernah merasakan prihatin (kesusahan) tidak akan ketempatan rasa sejati yang menimbulkan datangnya rasa iba dan kasih sayang lahir batin. Orang yang sudah pernah merasakan prihatin (kesusahan), lebih dapat merasakan penderitaan orang lain. Maka biasanya lebih mengerti dan suka memberi pertolongan yang lagi mendapat kesusahan.</p>
<p>13. Tembung kang kurang prayoga kang kalair mung marga kadereng dening dayaning hawa nafsu iku pancen sakala iku bisa aweh rasa pemarem. Nanging sawise iku bakal aweh rasa getun lan panutuh marang dhiri pribadhi, kang satemah tansah bisa ngrubeda marang katentremaning pikir lan ati. Guneman sethithik nanging memikir akeh iku kang tumrape manungsa bisa aweh katentreman lan rasa marem kang gedhe dhewe.</p>
<p>    Ucapan yang kurang baik yang terucap hanya suatu sebab desakkan kekuatan hawa nafsu itu, memang seketika bisa membuat rasa puas. Tetapi setelah itu dapat memberi rasa menyesal dan menyalahkan pada diri sendiri, yang selalu menganggu ketentraman pikiran dan hati. Berbicara sedikit tetapi berfikir luas, maka sebagai manusia telah bisa memberi ketentraman dan rasa sangat puas yang besar.</p>
<p>14.     Kita iki kejaba ndarbeni badan wadhag lan pancadriya, siji maneh kita uga darbe osiking ati. Darbe kita iki ora kasat mata, ora kena ginrayang, nanging tansah ajeg elik-elik marang bebener yen lagi nandhang pletiking pakarti lan cipta ala, munggahe katuwuhan krenteg tumindak laku ngiwa. Mula poma dipoma, tansah bisoa ngrungokake osiking atimu, awit iku kang ngajak sak paripolahmu tumuju menyang karahayuning urip.</p>
<p>    Kita ini selain mempunyai badan jasmani dan pancaindriya, satu lagi kita juga mempunyai hatinurani. Kepunyaan kita ini tidak dapat dilihat, tidak bisa diraba, tetapi selalu mengingatkan kepada kebenaran kalau sedang mengalami kealpaan dan angan-angan yang kurang baik, jikalau diteruskan mempunyai keinginan melakukan perbuatan kurang baik. Maka berhati-hatilah, harus bisa mendengarkan suara hatimu, sebab itu yang mengajak setiap prilakumu menuju jalan keselamatan hidup.</p>
<p>15. Kawruh lan ilmu pengetahuan iku mung bisa digayuh lan dikuwasani kanthi laku kang laras karo apa kang diwulangake. Lire ajaran teorine kudu bisa dicakake lan ditrapake kanggo karaharjaning bebrayan. Wondene lakune mono kudu sinartan tekad kang gilig lan kekarepan kang tulus lan mantep kinanthenan kateguhaning iman, kanggo ngadhepi sakehing panggodha sarta nyingkiri sikep laku kang sarwa dudu.</p>
<p>    Pengatahuan dan ilmu pengetahuan itu hanya bisa diraih dan dikuasai dengan laku yang selaras dengan apa yang diajarkan. Intinya adalah pelajaran teori harus bisa dilaksanakan dan dipratekkan untuk kemuliaan kehidupan. Oleh sebab itu caranya harus dibarengi tekad yang bulat dan keinginan yang tulus dan mantap serta  dengan berbekal keteguhan iman, untuk menghadapi semua godaan serta menyingkirkan sikap perbuatan yang tidak pada tempatnya.</p>
<p>16.     Siji-sijine dalan amrih kaleksanan ing gegayuhan, yaiku makarti kang sinartan kapercayaan lan keyakinan menawa apa kang sinedya mesthi dadi. Yen mung kandheg ing gagasan lan kukuhing karep wae, tanpa tumandang lan makarya minangka sarana panebuse, wohe ya ora beda kaya dene wong ngimpi. Cilakane maneh yen selagine nganggit-anggit mau wis kaselak ngrasakake kanikmatane ing pengangen-angen, wusanane dadi lumuh ing gawe lan wedi ing kewuh.</p>
<p>    Satu-satunya jalan supaya tercapainya sebuah keinginan, yaitu bekerja yang dibekali dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa apa yang diharapkan pasti jadi. Kalau hanya berhenti pada gagasan/ide dan kuatnya keinginan saja, tanpa berbuat dan bekerja sebagai sarana pengganti, hasilnya juga tidak berbeda seperti orang yang bermimpi. Celakanya lagi kalau hanya mengarang-arang, akhirnya jadi malas bekerja dan takut merepotkan.</p>
<p>17. Ora ana penggawe luwih dening mulya kejaba dedana sing uga ateges mbiyantu nyampeti kekuranganing kabutuhane liyan. Dedana marang sapepadha iku ateges uga mitulungi awake dhewe nglelantih marang rasa lila legawa kang uga ateges angabekti marang Pangeran Kang Maha Welas Asih. Pancen pangabekti mono wis aran pasrah, dadi kita ora ngajab marang baline sumbangsih kita. Kabeh iku sing kagungan mung Pangeran Kang Maha Kuwaos, kita ora wenang ngajab wohing pangabekti kanggo kita dhewe. Nindakake kabecikan kanthi dedana kita pancen wajib nanging ngundhuh wohing kautaman kita ora wenang.</p>
<p>    Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia selain beramal yang juga bisa berarti membantu mencukupi kekurangan kebutuhan orang lain. Bersedekah pada sesama itu berarti juga membantu diri sendiri melatih pada rasa tulus dan ikhlas yang juga berarti berbakti pada Tuhan Yang Maha Penyayang. Memang berbakti sudah berarti pasrah, jadi jangan pernah berharap kembali apa yang telah kita sumbangkan. Semua itu milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita tidak kuasa berharap buahnya persembahan untuk diri kita pribadi. Berbuat kebaikan dengan beramal hukumnya wajib tetapi memetik buahnya kebaikan kita tidak berhak.</p>
<p>18. Nggayuh kaluhuran mono ateges ngupaya tataraning urip kang luwih dhuwur. Ya dhuwur ing lahir ya uga ing batin. Lire sing murakabi kanggo dhiri pribadi, sumarambah tumrap bebrayan agung. Sapa kang mung mligi nggayuh kaluhuraning lahir, ateges mung mburu drajat, semat lan pangkat, durung aran jejeg uripe. Suprandene sapa kang mung ngemungake kaluhuran batin, ateges ora nuhoni jejering manungsa ing alam donya iku kang kudu tumandang gawe kanggo donyane.</p>
<p>    Mengapai kemulian berarti berusaha mencapai tahapan  hidup yang lebih tinggi. Ya tinggi di lahir dan juga di batin. Intinya yang bermanfaat untuk diri pribadi, dan juga untuk semua kehidupan. Siapa yang hanya mengapai kemuliaan lahiriah, berarti hanya memburu derajat/pangkat, belum bisa dikatakan lurus hidupnya. Demikian halnya siapa yang hanya mengapai keutamaan batin, berarti tidak sesungguhnya tampil sebagai manusia di alam dunia yang harus bekerja untuk kelestarian alam.</p>
<p>19. Sarupaning wewadi sing ala lan sing becik yen isih kok gembol lan mbok keket kanthi remit ing ati salawase isih tetep dadi baturmu. Nanging yen wis mbok ketokake sathithik wae bakal dadi bendaramu kang ngidak-idak sirahmu. Selagine mung nyimpen wewadine dhewe wae wis abot, apa maneh yen nganti pinracaya nggegem wewadine liyan. Mula saka iku ojo sok dhemen lan kepengin meruhi wewadine liyan. Sing wis cetha mung bakal nambahi sanggan sing sejatine dudu wajibmu melu open-open.</p>
<p>    Segala macam rahasia yang jelek dan baik kalau masih kamu simpan dan disembunyikan dengan rahasia di dalam hati selamanya masih tetap menjadi temanmu. Akan tetapi kalau sudah kamu perlihatkan sedikit saja akan jadi tuanmu yang menginjak-injak kepalamu. Seandainya hanya menyimpan rahasia kita sendiri itu sudah berat, apa lagi kalau dipercaya menyimpan rahasianya orang lain. Yang sudah jelas akan menambahi beban yang sebenarnya bukan merupakan kewajiban kita untuk ikut memelihara.</p>
<p>20. Sok sopoa bakal nduweni rasa kurmat marang wong kang tansah katon bingar lan padhang polatane, nadyan ta wong mau nembe wae nandhang susah utawa nemoni pepalang ing panguripane. Kosokbaline, wong kang tansah katon suntrut kerep ngrundel lan grenengan, merga ora ketekan sedyane iku, cetha bakal kaoncatan kekuwatan ing batin lan tenagane, tangeh lamun entuka pitulungan kepara malah dadi sesirikaning mitra karuhe.</p>
<p>    Siapapun akan mempunyai rasa hormat pada orang yang selalu kelihatan bersuka cita dan terang perangainya, meskipun orang itu baru saja mengalami kesusahan atau mendapatkan cobaan hidup. Sebaliknya, orang yang selalu kelihatan susah sering ngomel dan mengumpat, sebab tidak tercapai keinginannya, jelas akan kehilangan kekuatan batin dan tenaganya, jangan berharap mendapatkan pertolongan malah akan di jauhi teman dan kerabat.</p>
<p><strong> Silahkan Komentar / Update Status Disini : KLIK Add a Coment </strong></p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:comments href="https://www.facebook.com/infokwk" num_posts="28" width="604"></fb:comments></p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/nasehat-bahasa-jawa/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/nasehat-bahasa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia dan Tanggung Jawab</title>
		<link>http://radiokwk.com/index.php/news/manusia-dan-tanggung-jawab/</link>
		<comments>http://radiokwk.com/index.php/news/manusia-dan-tanggung-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 12:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radiokwk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiokwk.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Jangan lupa KLik Like/ Suka dibawah ini dan Sarankan/ Send ke teman ya Manusia diturunkan ke dunia ini bukannya tanpa peran. Manusia sesungguhnya mempunyai kedudukan dan tugas yang telah melekat padanya, yang terbawa sejak dia dilahirkan di muka bumi ini. Kedudukan manusia yang pertama adalah sebagai Abdullah, yang artinya adalah sebagai hamba Allah. Sebagai hamba [&#8230;] <a class="more-link" href="http://radiokwk.com/index.php/news/manusia-dan-tanggung-jawab/">&#8595; Read the rest of this entry...</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jangan lupa KLik Like/ Suka dibawah ini dan Sarankan/ Send ke teman ya</strong></p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=240743149281745&#038;xfbml=1"></script><fb:like href="http://www.facebook.com/infokwk" send="true" width="600" show_faces="true" font=""></fb:like></p>
<p>Manusia diturunkan ke dunia ini bukannya tanpa peran. Manusia sesungguhnya mempunyai kedudukan dan tugas yang telah melekat padanya, yang terbawa sejak dia dilahirkan di muka bumi ini. </p>
<p>Kedudukan manusia yang pertama adalah sebagai Abdullah, yang artinya adalah sebagai hamba Allah. Sebagai hamba Allah maka manusia harus menuruti kemauan Allah, yang tidak boleh membangkang pada-Nya. Jika kita membangkang maka kita akan terkena konsekwensi yang sangat berat. </p>
<p>Kita adalah budak Allah, karenanya setiap perilaku kita harus direstui oleh-Nya, harus menyenangkan-Nya, harus mengagungkan-Nya. Kita ini memang budak dihadapan Allah, namun dengan inilah kita menjadi mulia, kita menjadi mempunyai harga diri, kita menjadi mempunyai jiwa, kita menjadi mempunyai hati, kita menjadi mempunyai harapan cerah yang akan diberikan Tuhan kita, karena ketaatan kita itu.</p>
<p>Dengan kedudukan ini, maka Manusia mempunyai dua tugas, pertama, ia harus beribadah kepada Allah baik dalam pengertian sempit maupun luas. Beribadah dalam arti sempit artinya mengerjakan Ibadah secara ritual saja, seperti, Sholat, puasa, haji, dan sebagainya. </p>
<p>Sedangkan ibadah dalam arti luas adalah melaksanakan semua aktifitas baik dalam hubungan dengan secara vertikal kepada Allah SWT maupun bermuamalah dengan sesama manusia untuk memperoleh keridoan Allah sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Hadist. Dan tentunya dari makna  ibadah dalam arti luas ini akan terpancarkan pribadi seorang muslim sejati dimana seorang muslim yang mengerjakan kelima rukun Islam maka akan bisa memberikan warna yang baik dalam bermuamalah dengan sesama manusia dan banyak memberikan manfaat selama bermuamalah itu. </p>
<p>Disamping itu segala aktifitas yang kita lakukan baik itu aktifitas ibadah maupun aktifitas keseharian kita dimanapun berada di rumah, di kampus di jalan dan dimanapun haruslah hanya dengan niat yang baik dan lillahi ta&#8217;ala, tanpa ada motivasi lain selain ALLAH, sebagai misal beribadah dan bersedekah hanya ingin dipuji oleh orang dengan sebutan “alim dan dermawan”; ingin mendapatkan pujian dari orang lain; ingin mendapatkan kemudahan dan fasilitas dari atasan selama bekerja dan studi dengan menghalalkan segala cara dan lain sebagainya. </p>
<p>Sekali lagi jika segala aktifitas bedasarkan niatnya karena Allah, dan dilakukan dengan peraturan yang Allah turunkan maka hal ini disebut sebagai ibadah yang sesungguhnya. Di dalam Adz Dzariyat 56: &#8220;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.&#8221; Kita beribadah kepada Allah bukan berarti Allah butuh kepada kita, Allah sama sekali tidak membutuhkan kita. </p>
<p>Bagi Allah walaupun  semua orang di dunia ini menyembah-Nya, melakukan sujud pada-Nya, taat pada-Nya, tidaklah hal tersebut semakin menyebabkan meningkatnya kekuasaan Allah. Demikian juga sebaliknya jika semua orang menentang Allah, maka hal ini tak akan mengurangi sedikitpun kekuasaan Allah. </p>
<p>Jadi sebenarnya yang membutuhkan Allah ini adalah kita, yang tergantung kepada Allah ini adalah kita, yang seharusnya mengemis minta belas kasihan Allah ini adalah kita. Yang seharusnya menjadi hamba yang baik ini adalah kita. </p>
<p>Allah memerintahkan supaya kita beribadah ini sebenarnya adalah untuk kepentingan kita sendiri, sebagai tanda terimakasih kepada-Nya, atas nikmat yang diberikan-Nya, agar kita menjadi orang yang bertaqwa, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” [2 : 21] Dan satu hal penting yang harus dicatat adalah bahwa beribadah hanyalah kepada Allah saja, menggantungkan hidup ini hanyalah kepada-Nya saja.</p>
<p>Dunia ini adalah instrumen semata, yang akan berperan sebagai bahan ujian dari-Nya. Karenanya, dalam beribadah, janganlah menduakan Allah, karena hanya Allahlah satu-satunya dzat yang harus kita sembah dan ibadahi. Ingatkah kita akan apa yang wajib kita ucapkan minimal 17 kali sehari, dalam shalat-shalat kita, Iyyaka na&#8217;budu wa iyyaka nasta&#8217;in, hanya kepada Allah lah kami menyembah, dan hanya kepada Allah lah kami minta pertolongan. </p>
<p>Tiada yang lain. Karenanya, Allah tiada mengampuni jika kita mensekutukannya, menduakannya dengan yang lain. Hanya berbuat karena Allah, dan hanya meminta pertolongan kepada Allah lah yang membuat kita aman dari murkanya, dan akan mendapatkan rahmat-Nya Tugas kedua manusia adalah sebagai Kalifatullahi, kalifah Allah. </p>
<p>Segala sesuatu yang ada di dunia ini telah ditaklukkan Allah bagi manusia, Hewan, tumbuhan, binatang, bumi dengan segala apa yang terpendam di dalamnya. Allah memberikan gambaran tentang diberikannya tugas khalifah ketika berdialog dengan malaikat, dalam Q.S 2:30: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:&#8217;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.&#8217;</p>
<p> Mereka berkata: &#8216;Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8217; Tuhan berfirman: &#8216;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.&#8217; Jika tugas manusia adalah sebagai seorang pemimpin, tentu ia harus dapat membangun dunia ini dengan sinergis, dapat melakukan perbaikan-perbaikan, baik antara dirinya dengan alam, maupun antar sesama itu sendiri. Karakter sebagai seorang pemimpin ini tidak dengan serta merta tumbuh dengan sendirinya, hal ini harus dimulai dari tanggung jawab yang kecil mulai dari diri sendiri menuju lingkup yang agak luas sebagai pemimpin rumah tanggga, kemudian menuju yang lebih luas lagi pada sebuah komunitas masyarakat yang dipimpinnya, hingga akhirnya menuju tanggung jawab dalam lingkup yang lebih luas lagi. </p>
<p>Semestinya kita melakukan instropeksi kedalam diri kita, apakah saat kita mendapatkan tanggung jawab sebagai pimpinan apapun, kita telah menjalankan amanat yang diberikan itu dengan sebaik-baiknya? Apakah jika kita tidak menjalankan setiap amanat yang kita terima itu dengan baik kita bisa menyebut diri kita itu sebagai kalifah? Tentunya tidak bukan. </p>
<p>Oleh karena itu diri kita perlu selalu diasah untuk lebih peka lagi, lebih peduli lagi terhadap lingkungan sekitar kita dalam membantu sesama, bersinergi dalam segala aktifitas, peka dan ringan tangan dalam membantu orang lain baik yang kita pimpin maupun saat kita berada dalam posisi dipimpin oleh orang lain. </p>
<p>Tanpa kepekaan dan pengasahan diri sejak awal serta menggali pengalaman sebagai seorang pemimpin yang sesugguhnya maka akan sangat jauhlah diri kita dengan sebutan “Kalifah di muka bumi”, ini seperti halnya “sipunguk merindukan bulan”, tanpa berbuat sesuatu namun mengharapkan sesuatu yang besar. </p>
<p>Seorang pemimpin dengan kekuasaan yang diberikan kepadanya, kemampuan untuk mengolah dan mengeksplorasi alam, maka sebenarnya ia tak boleh semena-mena terhadap alam dan sesama manusia yang dipimpinnya, ia harus mengelolanya dengan baik dan harus amanah dan memberikan suri tauladan yang baik. Kepemimpinan manusia ini sebenarnya merupakan bagian dari ujian Allah, yang barangsiapa dapat melakukannya dengan baik, maka luluslah ia. </p>
<p>&#8220;Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian [yang lain] beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; [6:165] Lalu manusia ada yang menyadari tentang misi kenapa ia harus berada di dunia, lalu ia memanfaatkan fungsi kepemimpinannya dengan sebaik-baiknya, akan tetapi tidak sedikit pula yang akhirnya ingkar  dan tidak mau menyadari untuk apa ia di turunkan di dunia ini, hingga akhirnya kerugianlah yang akan didapatkannya &#8220;Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. </p>
<p>Barang-siapa yang kafir, maka [akibat] kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.&#8221; [35:39].</p>
<p>Akan tetapi jika fungsi kekalifahan di bumi yang diberikan Allah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka begitu besar keberuntungan yang akan diperolehnya, sebagaimana yang dilakukan nabi Saleh kepada umatnya &#8220;Dan kepada Tsamud [Kami utus] saudara mereka Shaleh. </p>
<p>Shaeh berkata: &#8216;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi [tanah] dan menjadikan kamu pemakmurnya , karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat [rahmat-Nya] lagi memperkenankan [do'a hamba-Nya].&#8217; [11:61] Maka hendaknya kita berhati-hati, akan amanah yang telah diberikan Allah kepada kita, karena sebenarnya setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya masing-masing di sisi Allah  Pedoman Dan Bekal Manusia. </p>
<p>Untuk pedoman hidup manusia Allah SWT menurunkan Al Qur&#8217;an agar supaya manusia bisa mengemban amanah yang diberikan oleh Allah SWT, disamping itu juga kita juga wajib untuk melaksanakan pedoman hidup dan cara beribadah dan bermuamalah berdasarkan Sunnah Rasullullah SAW, serta ijtihad para ulama dan tabiin yang berdasarkan pada Al Quran dan Al Hadist. Bekal manusia yang dapat digunakan untuk memahami ayat-ayatNya. </p>
<p>Allah menganugerahkan mata, telinga, akal dan hati. Dan nantinya mata, telinga, dan hati akan dimintai pertanggung jawaban Allah. Untuk apa selama ini digunakan. Inna sam&#8217;a wal abshoro wal fu&#8217;ada kullu ulaaaika &#8216;anhu mas&#8217;uula, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, tiap-tiap dari mereka akan dimintai pertangunggjawabannya.</p>
<p>Allah telah memberikan banyak hal kepada kita, pedoman yang berupa Al Quran, demikian pula Allah telah memberikan bagi kita bekal berupa mata, telinga, dan hati yang bisa digunakan untuk mencerna ayat-ayat Allah dan petunjuk Rasulullah SAW. </p>
<p>Karenanya sangatlah adil jika kemudian Allah menuntut tanggungjawab kita sebagai manusia. Selama di dunia ini, apa saja yang telah kita lakukan. Al Qur&#8217;an yang kita punya, kita gunakan untuk apa saja, apakah memang telah kita gunakan sebagai pedoman dalam keseluruhan aspek kehidupan, ataukah kita abaikan begitu saja. </p>
<p>Demikian pula petunjuk yang diberikan Rasul, apakah kita taati, ataukah selama ini kita hanya menggunakan Sunnah Nabi dan al Qur&#8217;an sebagai pembenar-pembenar saja dari apa yang ada pada pikiran kita. Karenanya Allah menegaskan, bahwa pertanggungjawaban manusia itu akan diminta. Akan tetapi manusia banyak yang mengira bahwa hidup ini dibiarkan begitu saja, atau barangkali ia tahu akan tetapi tidak menyadarinya, karena tertutupi penglihatannya dengan fatamorgana dunia.</p>
<p>Karenanya tidaklah salah jika Allah dengan pertanyaan retorisnya mengatakan : &#8216;Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja [tanpa pertanggung jawaban]?&#8217; [75:36].</p>
<p>&#8216;Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.&#8217; [15:92-93]. Dan ayat yang lain: &#8216;Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,&#8217; [74:38]. </p>
<p>Dalam surat Al zalzalah yang menceritakan hari kiamat Allah memberikan gambaran bahwa di hari itu, manusia akan keluar dari kuburnya dalam berbagai macam keadaan sesuai dengan amalan yang telah mereka kerjakan, &#8220;Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka [balasan] pekerjaan mereka&#8221; [99:6]. </p>
<p>&#8221;Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat biji zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya pula.&#8221; (99:7-8) Dari ayat di atas dapat kita ambil hikmah bahwa betapa Allah SWT telah mengajarkan kepada manusia agar bersikap peka, meski terhadap hal yang teramat kecil sekalipun. Memang, sesungguhnya Islam sangat menekankan agar kita memperhatikan hal-hal kecil bahkan detail dalam hidup kita. Saudaraku, kepekaan memang sudah selayaknya terasah dalam setiap gerak langkah hidup kita. </p>
<p>Nah, jika demikian menanamkan semangat bahwa sesuatu yang kita lakukan selalu saja ada pertanggungjawabannya, dan setiap lintasan pikiran yang ada di hati kita juga diketahui oleh Allah SWT, maka barangkali harus selalu kita camkan, agar kita berhati &#8211; hati dalam berbuat dan bertingkah laku serta kita luruskan segala niat kita untuk menggapai Ridho Allah SWT semata.. Dan dihari kiamat itu Allah akan memasang timbangan yang akan menimbang amal dan dosa manusia dengan seadil-adilnya, tanpa kezaliman sedikitpun. </p>
<p>Meski sedikit sebuah amal, maka ia akan tertimbang juga, demikian pula meski sedikit dosa yang terpercik akan ada nilai yang diperhitungkan pula. Tak kan ada yang dirugikan dalam penimbangan itu. Semuanya tergantung dari manusia, dan semuanya tergantung pada sikap kita selama di dunia.</p>
<p> &#8220;Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika [amalan itu] hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan [pahala]nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.&#8221; [21:47] Ketika manusia disidang di akhirat kelak, tak kan dapatlah ia mengelak, sebagaimana persidangan-persidangan yang ada di dunia. </p>
<p>Jika persidangan yang ada di dunia amat ditentukan oleh saksi yang terkadang sulit didapatkannya, kredibilitas kejujuran seorang hakim, dll, akan tetapi di akhirat yang menjadi saksi adalah anggota tubuh manusia itu sendiri. </p>
<p>Jadi tak akan ada lagi alasan, ketika tangan, kaki, mata, telinga dan semua anggota badannya menjadi saksi dan membeberkan setiap perbuatannya selama di dunia. Jadi jika demikian, artinya tak akan ada lagi bagi kita tempat berlari kecuali kembali kepada Allah dengan terus meningkatkan maraqabatullah, perasaan untuk selalu diawasi Allah. Karena memang, meski tak ada siapa jua, akan tetapi Allah akan tetap mengawasi kita segala lintasan dalam pikiran kita pastilah selalu diketahui oleh Allah SWT. </p>
<p>Walau kita merasa tak kan ada yang melihat perbuatan kita, tapi anggota tubuh kita akan menjadi saksi kelak di hari kiamat dari apa yang kita kerjakan. Jadi memang tak akan ada jalan lain kecuali lari kepada Allah. </p>
<p>Semoga kita semua termasuk golongan yang diberikan keselamatan di dunia dan akhirat, amiin. Dan semoga dalam Ramadhan kali ini kita bisa mendapatkan hikmah dan berkahnya untuk bisa mendapatkan derajat tertinggi yaitu taqwa. </p>
<p>Dan setelah Ramadhanpun tetap ada jejak kita seperti saat bulan Ramadhan kita kali ini. Wallahu &#8216;alam bishowab. Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabaraakatuh KesimpulanPada umumnya manusia mempunyai tanggung jawab kepada sesama manusia terutama kepada Tuhan YME,dan semuanya tertuang dalam Al-Quran dan Hadist. </p>
<p>Semua itu dapat dilakukan dengan cara menjalankan kewajiban yang telah ditentukan Allah SWT,seperti sholat, dan berpuasa serta kewajiban lain yang ada di dalam rukun Islam, dan apabila dilanggar akan mendapat balasan di akhirat.</p>
<p><strong> Silahkan Komentar / Update Status Disini : KLIK Add a Coment </strong></p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:comments href="https://www.facebook.com/infokwk" num_posts="28" width="604"></fb:comments></p>
<span class="facebook-like"><fb:like layout="box_count" show_faces="false" width="45" href="http://radiokwk.com/index.php/news/manusia-dan-tanggung-jawab/"></fb:like></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiokwk.com/index.php/news/manusia-dan-tanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

